alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Bupati Ony Anjurkan ASN Pemkab Ngawi Beli Hasil Pertanian Padi Organik

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melibatkan abdi negara untuk mengerek pertanian beras organik. Sebanyak 8.510 aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemkab diimbau membeli beras sehat mulai bulan ini.

Anjuran tersebut diikuti penerbitan surat edaran (SE) oleh bagian perekonomian sekretariat daerah. ‘’Sebagai daya dukung pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, pasarnya harus dipastikan terlebih dahulu,’’ kata Ony, Jumat (15/4).

Ony membuat hitung-hitungan di atas kertas. Setiap ASN rata-rata membutuhkan 10 kilogram beras untuk konsumsi per bulan. Mengacu angka itu, petani padi organik harus menyediakan 85.100 kilogram atau 85 ton beras untuk mencukupi kebutuhan seluruh ASN per bulan. ‘’Dengan semakin banyaknya kebutuhan, petani konvensional akan tertarik beralih ke pertanian organik,’’ ujarnya.

Luasan lahan pertanian padi organik yang tergarap baru 250 hektare. Dalam sekali panen, produksinya 1.750 ton. Bila setahun panen tiga kali, maka total produksi 5.250 ton. Bupati meyakini, adanya pembeli dari ASN bakal memicu migrasi pertanian organik. Di sisi lain, mendorong perubahan mindset pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. ‘’Yaitu untuk menjaga kesuburan tanah. Kalaupun harga berasnya relatif lebih mahal, anggap saja itu bonus,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Keluh Kesah Para Pedagang Food Court Taman Dungus

Ony menambahkan, konsumsi beras organik juga menciptakan ASN yang sehat. Meminimalkan potensi terkena diabetes. Sebab, kadar gula atau glukosanya lebih rendah ketimbang beras biasa. ‘’Kandungan multivitaminnya lebih banyak,’’ ungkapnya.

Sistem penyediaan beras organik melibatkan offtaker Perumda Sumber Bakti. Pembiayaannya lewat BPRS Ngawi. Karena belum memiliki pabrik rice milling, pemkab akan bekerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Pelaksanaannya akan dimonitor dan dievaluasi setiap bulan,’’ ujarnya.

Menurut Ony, bila program pembelian beras organik oleh ASN berhasil, maka secara tidak langsung branding-nya terbentuk. Sasaran pasarnya meluas bukan hanya ASN. ‘’Sehingga terlaksana percepatan transisi pertanian konvensional ke organik,’’ pungkasnya. (sae/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melibatkan abdi negara untuk mengerek pertanian beras organik. Sebanyak 8.510 aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemkab diimbau membeli beras sehat mulai bulan ini.

Anjuran tersebut diikuti penerbitan surat edaran (SE) oleh bagian perekonomian sekretariat daerah. ‘’Sebagai daya dukung pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, pasarnya harus dipastikan terlebih dahulu,’’ kata Ony, Jumat (15/4).

Ony membuat hitung-hitungan di atas kertas. Setiap ASN rata-rata membutuhkan 10 kilogram beras untuk konsumsi per bulan. Mengacu angka itu, petani padi organik harus menyediakan 85.100 kilogram atau 85 ton beras untuk mencukupi kebutuhan seluruh ASN per bulan. ‘’Dengan semakin banyaknya kebutuhan, petani konvensional akan tertarik beralih ke pertanian organik,’’ ujarnya.

Luasan lahan pertanian padi organik yang tergarap baru 250 hektare. Dalam sekali panen, produksinya 1.750 ton. Bila setahun panen tiga kali, maka total produksi 5.250 ton. Bupati meyakini, adanya pembeli dari ASN bakal memicu migrasi pertanian organik. Di sisi lain, mendorong perubahan mindset pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. ‘’Yaitu untuk menjaga kesuburan tanah. Kalaupun harga berasnya relatif lebih mahal, anggap saja itu bonus,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jiwa Sosial ala Komunitas Para Pedagang Keliling

Ony menambahkan, konsumsi beras organik juga menciptakan ASN yang sehat. Meminimalkan potensi terkena diabetes. Sebab, kadar gula atau glukosanya lebih rendah ketimbang beras biasa. ‘’Kandungan multivitaminnya lebih banyak,’’ ungkapnya.

Sistem penyediaan beras organik melibatkan offtaker Perumda Sumber Bakti. Pembiayaannya lewat BPRS Ngawi. Karena belum memiliki pabrik rice milling, pemkab akan bekerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Pelaksanaannya akan dimonitor dan dievaluasi setiap bulan,’’ ujarnya.

Menurut Ony, bila program pembelian beras organik oleh ASN berhasil, maka secara tidak langsung branding-nya terbentuk. Sasaran pasarnya meluas bukan hanya ASN. ‘’Sehingga terlaksana percepatan transisi pertanian konvensional ke organik,’’ pungkasnya. (sae/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/