alexametrics
25.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Ambulans Terlibat Tabrakan Beruntun di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Musibah datang bertubi. Mobil ambulans bernopol AE 1284 PD yang ditumpangi Kiran, 60, ditabrak mobil Toyota Agya AE 1389 JB yang dikemudikan Prayitno, 34, warga Desa/Kecamatan Pitu, kemarin (13/5) siang. Tempat kejadian perkara (TKP)-nya perempatan Tiara, Jalan Raya Maospati–Ngawi.

Sumantri Subijanto, 70, sopir mobil ambulans, dalam perjalanan membawa Kiran ke RS Widodo. Pasien asal Desa Widodaren, Gerih, Ngawi, itu menderita penyakit ginjal dan butuh perawatan medis segera. Beruntungnya, sopir, juga Kiran beserta istrinya yang menemani di dalam ambulans, tidak mengalami luka serius. ‘’Hanya syok,’’ kata Sumantri.

Sumantri lantas keluar untuk mengevakuasi Kiran. Tidak berselang lama, mobil ambulans lainnya datang. Pasien yang sebelumnya dirawat di salah satu klinik di Magetan itu lantas dibawa ke RS Widodo. ‘’Tidak ada korban jiwa, cuma mobil ambulans rusak,’’ ujarnya.

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sekitar pukul 12.30 itu tidak hanya melibatkan mobil ambulans dan Agya. Kendaraan berkelir merah itu juga menabrak Yamaha Vega AE 4382 JAG yang dikendarai Kania Handayani, 18. Pada saat kejadian, warga Desa Kedungputri, Paron, itu berhenti di sisi utara karena traffic light berwarna merah. Baik pengemudi Agya maupun Kania tidak menderita luka.  

Sumantri mengaku mengemudikan ambulans dari arah selatan dengan kecepatan sedang. Sirine dibunyikan dan lampu strobo dinyalakan. Menjelang TKP, kecepatannya dikurangi karena menyadari lampu traffic light berwarna merah. Sementara kendaraan dari arah barat tengah melintas. ‘’Ketika melaju di tengah perempatan, mobil merah (Agya, Red) datang dari arah barat menabrak sisi kiri depan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Salurkan BST Door to Door

Mobil ambulans terpelanting ke arah utara hingga menabrak tiang traffic light. Sedangkan bodi Agya mengenai motor Kania. Perempuan itu sampai terjatuh dari motornya. ‘’Mobil Agya kencang dari arah barat,’’ ucap Kania.  

Terpisah, Kasatlantas Polres Ngawi AKP Djoko Winarto mengaku masih mendalami kejadian laka lantas. Berdasarkan Undang-Undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kendaraan darurat seperti mobil ambulans harus mendapatkan prioritas. ‘’Dari pemeriksaan, masa berlaku SIM A sopir Agya sudah habis sejak 19 Januari lalu,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Musibah datang bertubi. Mobil ambulans bernopol AE 1284 PD yang ditumpangi Kiran, 60, ditabrak mobil Toyota Agya AE 1389 JB yang dikemudikan Prayitno, 34, warga Desa/Kecamatan Pitu, kemarin (13/5) siang. Tempat kejadian perkara (TKP)-nya perempatan Tiara, Jalan Raya Maospati–Ngawi.

Sumantri Subijanto, 70, sopir mobil ambulans, dalam perjalanan membawa Kiran ke RS Widodo. Pasien asal Desa Widodaren, Gerih, Ngawi, itu menderita penyakit ginjal dan butuh perawatan medis segera. Beruntungnya, sopir, juga Kiran beserta istrinya yang menemani di dalam ambulans, tidak mengalami luka serius. ‘’Hanya syok,’’ kata Sumantri.

Sumantri lantas keluar untuk mengevakuasi Kiran. Tidak berselang lama, mobil ambulans lainnya datang. Pasien yang sebelumnya dirawat di salah satu klinik di Magetan itu lantas dibawa ke RS Widodo. ‘’Tidak ada korban jiwa, cuma mobil ambulans rusak,’’ ujarnya.

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sekitar pukul 12.30 itu tidak hanya melibatkan mobil ambulans dan Agya. Kendaraan berkelir merah itu juga menabrak Yamaha Vega AE 4382 JAG yang dikendarai Kania Handayani, 18. Pada saat kejadian, warga Desa Kedungputri, Paron, itu berhenti di sisi utara karena traffic light berwarna merah. Baik pengemudi Agya maupun Kania tidak menderita luka.  

Sumantri mengaku mengemudikan ambulans dari arah selatan dengan kecepatan sedang. Sirine dibunyikan dan lampu strobo dinyalakan. Menjelang TKP, kecepatannya dikurangi karena menyadari lampu traffic light berwarna merah. Sementara kendaraan dari arah barat tengah melintas. ‘’Ketika melaju di tengah perempatan, mobil merah (Agya, Red) datang dari arah barat menabrak sisi kiri depan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Biaya Akad Nikah Mahal

Mobil ambulans terpelanting ke arah utara hingga menabrak tiang traffic light. Sedangkan bodi Agya mengenai motor Kania. Perempuan itu sampai terjatuh dari motornya. ‘’Mobil Agya kencang dari arah barat,’’ ucap Kania.  

Terpisah, Kasatlantas Polres Ngawi AKP Djoko Winarto mengaku masih mendalami kejadian laka lantas. Berdasarkan Undang-Undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kendaraan darurat seperti mobil ambulans harus mendapatkan prioritas. ‘’Dari pemeriksaan, masa berlaku SIM A sopir Agya sudah habis sejak 19 Januari lalu,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/