alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Klaim Nihil Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar melegakan bagi peternak sapi di Ngawi. Dinas perikanan dan peternakan (DPP) mengklaim sekitar 85 ribu sapi ternak belum terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Mengingat PMK tengah merebak di sejumlah daerah di tanah air. ‘’Hingga kini belum ada laporan hewan ternak bergejala PMK,’’ kata Kepala DPP Ngawi Bonadi, Minggu (15/5).

Kendati belum ada penularan, Bonadi mengimbau masyarakat tetap waspada. Sebab, penularan virus penyebab PMK melalui udara tergolong cepat. Peternak diminta lebih peka terhadap kondisi sapi ternaknya. Gejala demam mencapai 39–40 derajat Celsius, tidak nafsu makan, luka melepuh pada bagian tubuh, dan mulut berbusa patut diwaspadai. ‘’Segera lapor ke dokter hewan atau penyuluh terdekat,’’ ujarnya sembari menyebut para peternak telah diberi sosialisasi gejala PMK.

Bonadi berkoordinasi dengan beberapa instansi lain mengantisipasi wabah PMK hewan ternak. Meski tidak menjalar ke manusia, wabah berisiko memengaruhi perekonomian peternak dan ketersediaan stok daging. ‘’Jika yang mati ribuan ekor, kerugian peternak miliaran rupiah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Hendak Putar Balik, Avanza Dihantam R15

Dia menyebutkan, empat daerah di Jawa Timur endemi kasus PMK. Yakni, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto. Sebanyak 3.205 ekor sapi di daerah tersebut terjangkit PMK per kemarin. ‘’Jatim menyumbang hampir 30 persen kebutuhan daging sapi nasional. Kalau menyebar ke daerah lain secara masif, pemenuhan kebutuhan terancam kolaps,’’ terangnya.

Selain sosialisasi, DPP melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah pasar hewan. Lokasi tersebut sebagai arus lalu lintas hewan ternak. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan kandang. Juga meningkatkan asupan nutrisi pakan untuk menambah imunitas. ‘’Kami sedang menggodok aturan untuk pengendalian PMK, khususnya pembentukan satgas,’’ pungkas Bonadi. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar melegakan bagi peternak sapi di Ngawi. Dinas perikanan dan peternakan (DPP) mengklaim sekitar 85 ribu sapi ternak belum terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Mengingat PMK tengah merebak di sejumlah daerah di tanah air. ‘’Hingga kini belum ada laporan hewan ternak bergejala PMK,’’ kata Kepala DPP Ngawi Bonadi, Minggu (15/5).

Kendati belum ada penularan, Bonadi mengimbau masyarakat tetap waspada. Sebab, penularan virus penyebab PMK melalui udara tergolong cepat. Peternak diminta lebih peka terhadap kondisi sapi ternaknya. Gejala demam mencapai 39–40 derajat Celsius, tidak nafsu makan, luka melepuh pada bagian tubuh, dan mulut berbusa patut diwaspadai. ‘’Segera lapor ke dokter hewan atau penyuluh terdekat,’’ ujarnya sembari menyebut para peternak telah diberi sosialisasi gejala PMK.

Bonadi berkoordinasi dengan beberapa instansi lain mengantisipasi wabah PMK hewan ternak. Meski tidak menjalar ke manusia, wabah berisiko memengaruhi perekonomian peternak dan ketersediaan stok daging. ‘’Jika yang mati ribuan ekor, kerugian peternak miliaran rupiah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Ngawi Beri Selamat Pemprov yang Berhari Jadi

Dia menyebutkan, empat daerah di Jawa Timur endemi kasus PMK. Yakni, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto. Sebanyak 3.205 ekor sapi di daerah tersebut terjangkit PMK per kemarin. ‘’Jatim menyumbang hampir 30 persen kebutuhan daging sapi nasional. Kalau menyebar ke daerah lain secara masif, pemenuhan kebutuhan terancam kolaps,’’ terangnya.

Selain sosialisasi, DPP melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah pasar hewan. Lokasi tersebut sebagai arus lalu lintas hewan ternak. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan kandang. Juga meningkatkan asupan nutrisi pakan untuk menambah imunitas. ‘’Kami sedang menggodok aturan untuk pengendalian PMK, khususnya pembentukan satgas,’’ pungkas Bonadi. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/