alexametrics
24.4 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Pemkab Ngawi Usulkan Rp 1 Miliar Gelar Popda

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi berencana menggelar pekan olahraga pelajar daerah (popda) tahun ini. Setelah dua tahun kejuaraan tingkat siswa SD dan SMP itu tidak diselenggarakan imbas pandemi Covid-19. ‘’Popda penting untuk mencari bibit atlet berbakat di berbagai cabor (cabang olahraga),’’ kata Kepala Bidang Olahraga Disparpora Ngawi Istamar, Minggu (15/5).

Menurut Istamar, tiadanya event olahraga selama dua tahun sangat merugikan. Terutama bagi anak-anak yang lahir pada 2009–2010 dan 2006–2007. Mereka yang telah lulus SD dan SMP itu kehilangan masa keemasan untuk berprestasi di bidang olahraga. Juga kesempatan mengikuti pesta olahraga yang seharusnya menambah pengalaman. ‘’Kami pun tidak dapat mendeteksi siswa berbakat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Operasikan Puskesmas Mantingan Baru

Kendati event olahraga mati suri, Istamar mengklaim bahwa proses regenerasi atlet tidak mandek. Sebanyak 24 cabor merekrut calon atlet dengan turun ke sekolah. Pembinaan atlet juga tetap berjalan lewat latihan mandiri. ‘’Tapi, dengan keterbatasan,’’ ucapnya.

Disparpora tengah menyusun petunjuk teknis popda. Seperti jumlah cabor yang dikompetisikan dan peraturan di setiap pertandingan. Dana sekitar Rp 1 miliar untuk penyelenggaraannya diusulkan di perubahan APBD (P-APBD) tahun ini. ‘’Pesertanya ribuan dari 50 SMP dan 495 SD negeri di Ngawi,’’ pungkas Istamar. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi berencana menggelar pekan olahraga pelajar daerah (popda) tahun ini. Setelah dua tahun kejuaraan tingkat siswa SD dan SMP itu tidak diselenggarakan imbas pandemi Covid-19. ‘’Popda penting untuk mencari bibit atlet berbakat di berbagai cabor (cabang olahraga),’’ kata Kepala Bidang Olahraga Disparpora Ngawi Istamar, Minggu (15/5).

Menurut Istamar, tiadanya event olahraga selama dua tahun sangat merugikan. Terutama bagi anak-anak yang lahir pada 2009–2010 dan 2006–2007. Mereka yang telah lulus SD dan SMP itu kehilangan masa keemasan untuk berprestasi di bidang olahraga. Juga kesempatan mengikuti pesta olahraga yang seharusnya menambah pengalaman. ‘’Kami pun tidak dapat mendeteksi siswa berbakat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dinkes Ngawi Mulai Data Penerima Vaksinasi Sektor Pelayanan Publik

Kendati event olahraga mati suri, Istamar mengklaim bahwa proses regenerasi atlet tidak mandek. Sebanyak 24 cabor merekrut calon atlet dengan turun ke sekolah. Pembinaan atlet juga tetap berjalan lewat latihan mandiri. ‘’Tapi, dengan keterbatasan,’’ ucapnya.

Disparpora tengah menyusun petunjuk teknis popda. Seperti jumlah cabor yang dikompetisikan dan peraturan di setiap pertandingan. Dana sekitar Rp 1 miliar untuk penyelenggaraannya diusulkan di perubahan APBD (P-APBD) tahun ini. ‘’Pesertanya ribuan dari 50 SMP dan 495 SD negeri di Ngawi,’’ pungkas Istamar. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/