alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Serah Terima Pasar Besar Ngawi Molor

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses serah-terima Pasar Besar Ngawi seusai dibangun ulang akhir tahun lalu berlarut-larut. PP Urban, rekanan pelaksana, urung melimpahkan kepemilikan bangunannya ke pemkab. Bila mengacu kontrak kerja, prosesnya seharusnya dilakukan awal bulan lalu. Jadwal itu merupakan tenggat akhir masa pemeliharaan. Dengan kalimat lain, serah-terima molor satu setengah bulan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Yusuf Rosyadi menyampaikan adanya kesepakatan dengan PP Urban. Pihaknya tidak mau tanda tangan berkas serah-terima sebelum perbaikan yang dijanjikan rekanan tuntas 100 persen. ‘’Saat ini masih menunggu efektivitas dari hasil perbaikan atap yang bocor,’’ ujarnya.

Ketua Paguyuban PBN Winarni mengungkapkan, atap bangunan bagian utara masih bocor ketika hujan mengguyur beberapa hari terakhir. Air yang masuk tidak begitu deras bila dibandingkan saat belum diperbaiki. Namun, hal tersebut karena faktor perbaikan yang bagus atau curah hujan tidak begitu lebat. ‘’Kami juga tidak tahu kekuatan dan keawetan penambalan ulang atap,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Satpam Sekolah Swasta di Ngawi Kedapatan Curi Proyektor

Paguyuban PBN tidak ingin ada lagi atap bocor sekalipun airnya tidak begitu deras. Sebab, bila dibiarkan akan berbahaya. Selain plafon rawan ambrol, lantai pun menjadi licin. ‘’Karena tujuan dari pembangunan ulang PBN adalah menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pembeli dan pedagang,’’ tutur Winarni.

Terpisah, Rian Adi, staf teknik PP Urban, membenarkan belum adanya proses serah-terima. Pihaknya masih melakukan finalisasi perbaikan atap. Intensitas hujan yang masih rendah membuat proses ukur keberhasilan kegiatan penambalan menjadi sulit. ‘’Bersamaan menunggu finalisasi perbaikan, kami sedang mengatur jadwal serah-terima,’’ tandasnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses serah-terima Pasar Besar Ngawi seusai dibangun ulang akhir tahun lalu berlarut-larut. PP Urban, rekanan pelaksana, urung melimpahkan kepemilikan bangunannya ke pemkab. Bila mengacu kontrak kerja, prosesnya seharusnya dilakukan awal bulan lalu. Jadwal itu merupakan tenggat akhir masa pemeliharaan. Dengan kalimat lain, serah-terima molor satu setengah bulan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Yusuf Rosyadi menyampaikan adanya kesepakatan dengan PP Urban. Pihaknya tidak mau tanda tangan berkas serah-terima sebelum perbaikan yang dijanjikan rekanan tuntas 100 persen. ‘’Saat ini masih menunggu efektivitas dari hasil perbaikan atap yang bocor,’’ ujarnya.

Ketua Paguyuban PBN Winarni mengungkapkan, atap bangunan bagian utara masih bocor ketika hujan mengguyur beberapa hari terakhir. Air yang masuk tidak begitu deras bila dibandingkan saat belum diperbaiki. Namun, hal tersebut karena faktor perbaikan yang bagus atau curah hujan tidak begitu lebat. ‘’Kami juga tidak tahu kekuatan dan keawetan penambalan ulang atap,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Gunawan Basso Bidik Podium Juara

Paguyuban PBN tidak ingin ada lagi atap bocor sekalipun airnya tidak begitu deras. Sebab, bila dibiarkan akan berbahaya. Selain plafon rawan ambrol, lantai pun menjadi licin. ‘’Karena tujuan dari pembangunan ulang PBN adalah menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pembeli dan pedagang,’’ tutur Winarni.

Terpisah, Rian Adi, staf teknik PP Urban, membenarkan belum adanya proses serah-terima. Pihaknya masih melakukan finalisasi perbaikan atap. Intensitas hujan yang masih rendah membuat proses ukur keberhasilan kegiatan penambalan menjadi sulit. ‘’Bersamaan menunggu finalisasi perbaikan, kami sedang mengatur jadwal serah-terima,’’ tandasnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/