alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Attila-Naufal Berpeluang Bikin Kejutan di Event Jamus 100 Km

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sejumlah atlet luar daerah berpeluang mendominasi perebutan gelar king of mountain (KOM) Jamus 100 Km kategori under 19. Duo cyclist Kraft Cycling Club (Kraft CC) Kediri yakni Moh. Rizki dan Bima Jamaludin alias Jafarob diunggulkan finis tercepat.

Peserta lain yang disebut-sebut mampu menyaingi kedua atlet itu adalah Naufal Faris T. Bahkan, tidak menutup kemungkinan cyclist dari SCC-Happy Monday Team Solo itu membuat kejutan.

Lalu, bagaimana peluang cyclist Madiun Raya? Jika mampu memaksimalkan momentum, mereka berpeluang mampu bersaing dengan atlet-atlet luar daerah yang diunggulkan itu. Terutama bagi yang sudah terbiasa melahap jalur Ngawi-Jamus.

Setidaknya, Randu Alas Highlands Challenge lalu, cyclist IPSM Attila Bintang berhasil naik podium ketiga. Prestasi itu menjadi catatan terbaik atlet ISSI Kota Madiun tersebut. ‘’Targetnya minimal naik podium,’’ ujar Attila Senin (14/10).

Baca Juga :  Belanja Pegawai Pemkab Ngawi Terancam Bengkak

Target tersebut tidaklah muluk, mengingat pada ajang Srambang KOM Challenge 2018 Attila berhasil finis di urutan ketujuh. ‘’Terus berlatih. Itu fokus saya saat ini,’’ kata Attila.

Selain Attila, atlet Kota Madiun lainnya yakni Naufal Farhan juga berpeluang menjadi kuda hitam. Dalam simulasi terakhir Sabtu lalu (12/10), cyclist RMCC Madiun itu berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 33 menit 59 detik. Namun, dia optimistis dalam race sesunggunya nanti mampu memperbaiki catatan waktunya menjadi 25 menit. ‘’Targetnya, Madiun harus podium,’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sejumlah atlet luar daerah berpeluang mendominasi perebutan gelar king of mountain (KOM) Jamus 100 Km kategori under 19. Duo cyclist Kraft Cycling Club (Kraft CC) Kediri yakni Moh. Rizki dan Bima Jamaludin alias Jafarob diunggulkan finis tercepat.

Peserta lain yang disebut-sebut mampu menyaingi kedua atlet itu adalah Naufal Faris T. Bahkan, tidak menutup kemungkinan cyclist dari SCC-Happy Monday Team Solo itu membuat kejutan.

Lalu, bagaimana peluang cyclist Madiun Raya? Jika mampu memaksimalkan momentum, mereka berpeluang mampu bersaing dengan atlet-atlet luar daerah yang diunggulkan itu. Terutama bagi yang sudah terbiasa melahap jalur Ngawi-Jamus.

Setidaknya, Randu Alas Highlands Challenge lalu, cyclist IPSM Attila Bintang berhasil naik podium ketiga. Prestasi itu menjadi catatan terbaik atlet ISSI Kota Madiun tersebut. ‘’Targetnya minimal naik podium,’’ ujar Attila Senin (14/10).

Baca Juga :  Mental Persinga Masih Lemah

Target tersebut tidaklah muluk, mengingat pada ajang Srambang KOM Challenge 2018 Attila berhasil finis di urutan ketujuh. ‘’Terus berlatih. Itu fokus saya saat ini,’’ kata Attila.

Selain Attila, atlet Kota Madiun lainnya yakni Naufal Farhan juga berpeluang menjadi kuda hitam. Dalam simulasi terakhir Sabtu lalu (12/10), cyclist RMCC Madiun itu berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 33 menit 59 detik. Namun, dia optimistis dalam race sesunggunya nanti mampu memperbaiki catatan waktunya menjadi 25 menit. ‘’Targetnya, Madiun harus podium,’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/