alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Batasi Akses Masuk Jatim via Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Akses masuk ke Jatim via Ngawi dipersempit. Pemkab hanya memberlakukan dua jalur keluar-masuk. Yaitu lewat Jalan Raya Mantingan dan exit tol Ngawi. Waktu operasinya juga dibatasi. Hanya mulai pukul 23.00–05.00. ‘’Semua jalan kecil antara kabupaten yang berhubungan dengan Jawa Tengah kami tutup,’’ kata Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono Jumat (15/5).

Kebijakan itu untuk mempermudah pemkab memantau pergerakan warga yang keluar-masuk Jatim. Di samping melakukan penyekatan dan pemeriksaan kartu identitas. ‘’Karena Ngawi itu jadi palang pintunya dan filternya orang masuk ke Jatim. Kami ingin semua mengerti itu,’’ ujar bupati dua periode tersebut.

Kanang mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait penerapan kebijakan itu. Termasuk di antaranya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ‘’Kami juga sudah komunikasi langsung dengan BNPB. Mereka juga minta dilakukan penguatan terutama pemeriksaan warga yang masuk ke Jatim,’’ paparnya.

Baca Juga :  Sebelumnya Spesialis Nomor 4, Usul Race di Rute Cemoro Sewu 

Sementara untuk pembatasan akses antarkabupaten yang masih dalam satu provinsi belum menjadi prioritas pemkab. Sebab, tak menutup kemungkinan warga tersebut mempunyai rutinitas kegiatan di Ngawi. ‘’Biasanya orang yang keluar masuk ya itu-itu saja,’’ kata Kanang.

Menurutnya, beda persoalan dengan masyarakat luar provinsi. Sebab, variasinya lebih tinggi. Sehingga, perlu dilakukan pengecekan. Dia berharap bulan ini kurva positif Covid-19 menurun. ‘’Kalau harapannya memang ada tren stagnan atau bahkan turun,’’ ujarnya.

Sebagai langkah percepatan pencegahan, kata Kanang, perlu dilakukan secara sporadis. Seperti pemeriksaan pada sektor industri, pasar, atau perbankan yang dinilai mempunyai risiko besar penularan. ‘’Paling tidak bulan ini sudah diketahui mana saja yang berpotensi penyebar virus itu, baru bisa di-treatment untuk mencegah penularannya,’’ terang Kanang. (tif/c1/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Akses masuk ke Jatim via Ngawi dipersempit. Pemkab hanya memberlakukan dua jalur keluar-masuk. Yaitu lewat Jalan Raya Mantingan dan exit tol Ngawi. Waktu operasinya juga dibatasi. Hanya mulai pukul 23.00–05.00. ‘’Semua jalan kecil antara kabupaten yang berhubungan dengan Jawa Tengah kami tutup,’’ kata Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono Jumat (15/5).

Kebijakan itu untuk mempermudah pemkab memantau pergerakan warga yang keluar-masuk Jatim. Di samping melakukan penyekatan dan pemeriksaan kartu identitas. ‘’Karena Ngawi itu jadi palang pintunya dan filternya orang masuk ke Jatim. Kami ingin semua mengerti itu,’’ ujar bupati dua periode tersebut.

Kanang mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait penerapan kebijakan itu. Termasuk di antaranya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ‘’Kami juga sudah komunikasi langsung dengan BNPB. Mereka juga minta dilakukan penguatan terutama pemeriksaan warga yang masuk ke Jatim,’’ paparnya.

Baca Juga :  Nyambi Bisnis Pernik Nikah

Sementara untuk pembatasan akses antarkabupaten yang masih dalam satu provinsi belum menjadi prioritas pemkab. Sebab, tak menutup kemungkinan warga tersebut mempunyai rutinitas kegiatan di Ngawi. ‘’Biasanya orang yang keluar masuk ya itu-itu saja,’’ kata Kanang.

Menurutnya, beda persoalan dengan masyarakat luar provinsi. Sebab, variasinya lebih tinggi. Sehingga, perlu dilakukan pengecekan. Dia berharap bulan ini kurva positif Covid-19 menurun. ‘’Kalau harapannya memang ada tren stagnan atau bahkan turun,’’ ujarnya.

Sebagai langkah percepatan pencegahan, kata Kanang, perlu dilakukan secara sporadis. Seperti pemeriksaan pada sektor industri, pasar, atau perbankan yang dinilai mempunyai risiko besar penularan. ‘’Paling tidak bulan ini sudah diketahui mana saja yang berpotensi penyebar virus itu, baru bisa di-treatment untuk mencegah penularannya,’’ terang Kanang. (tif/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/