alexametrics
23.3 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Videotron Teuku Umar Ngawi Mangkrak Dua Tahun

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bisa membeli tapi tak bisa merawat. Videotron pengadaan Satpol PP Ngawi enam tahun silam mangkrak. Layar LED yang menampilkan gambar dan video di Jalan Teuku Umar itu mati hampir dua tahun.

Korps penegak perda berdalih tidak punya anggaran perawatan. Media sosialisasi tersebut rencananya bakal dihibahkan ke dinas komunikasi dan informatika (diskominfo). ‘’Kami akan koordinasi terkait peralihan aset videotron itu,’’ kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setyono, Rabu (16/6).

Arif mengungkapkan, videotron tidak berfungsi sejak akhir 2019. Sejumlah komponen peranti elektronik itu rusak sehingga tidak terkoneksi ke komputer. Kerusakan akibat tiadanya perawatan rutin. Anggaran dari lembaganya hanya untuk biaya operasional listrik. ‘’Memang perlu perawatan untuk bisa hidup lagi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Buruh Tani Tewas Terduduk di Bawah Pohon

Pengadaan videotron menggunakan dana bagi hasil pajak rokok dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2015. Harga media sosialisasi perda dan kegiatan perangkat daerah (PD) itu Rp 150 juta. ‘’Diskominfo akhirnya pengadaan videotron yang kini dipasang di Jalan Hasanudin pada 2019,’’ ucapnya.

Selain tiadanya anggaran, kata Arif, hibah videotron Jalan Teuku Umar ke diskominfo juga karena penyesuaian kebijakan. Sosialisasi informasi kini satu pintu di instansi yang sementara ini dinakhodai Plt Idham Karima itu. ‘’Tapi, karena rasio piksel kalah dengan versi terbaru, saya tidak tahu masih efektif tidaknya videotron,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bisa membeli tapi tak bisa merawat. Videotron pengadaan Satpol PP Ngawi enam tahun silam mangkrak. Layar LED yang menampilkan gambar dan video di Jalan Teuku Umar itu mati hampir dua tahun.

Korps penegak perda berdalih tidak punya anggaran perawatan. Media sosialisasi tersebut rencananya bakal dihibahkan ke dinas komunikasi dan informatika (diskominfo). ‘’Kami akan koordinasi terkait peralihan aset videotron itu,’’ kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setyono, Rabu (16/6).

Arif mengungkapkan, videotron tidak berfungsi sejak akhir 2019. Sejumlah komponen peranti elektronik itu rusak sehingga tidak terkoneksi ke komputer. Kerusakan akibat tiadanya perawatan rutin. Anggaran dari lembaganya hanya untuk biaya operasional listrik. ‘’Memang perlu perawatan untuk bisa hidup lagi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PKS Berhentikan Siswanto

Pengadaan videotron menggunakan dana bagi hasil pajak rokok dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2015. Harga media sosialisasi perda dan kegiatan perangkat daerah (PD) itu Rp 150 juta. ‘’Diskominfo akhirnya pengadaan videotron yang kini dipasang di Jalan Hasanudin pada 2019,’’ ucapnya.

Selain tiadanya anggaran, kata Arif, hibah videotron Jalan Teuku Umar ke diskominfo juga karena penyesuaian kebijakan. Sosialisasi informasi kini satu pintu di instansi yang sementara ini dinakhodai Plt Idham Karima itu. ‘’Tapi, karena rasio piksel kalah dengan versi terbaru, saya tidak tahu masih efektif tidaknya videotron,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/