alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Darminto Masih Bertahan dengan Usaha Tungku Tanah

Zaman semakin modern. Namun, Darminto hingga kini masih menekuni usaha tungku tanah. Meski pembeli tidak seramai dulu, pria itu belum berpikir banting setir ke usaha lain.

=================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

BONGKAHAN tanah warna putih dengan lubang di sisi kiri dan kanan itu ditata Darminto dengan hati-hati. Maklum, rongga itu terbilang tipis hingga rawan pecah. Peranti berupa tungku masak itu dijajar di teras rumah. ‘’Kalau masih basah bisa dua kali lipat beratnya,’’ ujar Darminto.

Sudah bertahun-tahun warga Dusun Ngemplak, Sidorejo, Karangjati, itu berjualan tungku berbahan tanah. Meski peranti memasak modern marak di pasaran, ada saja warga yang membeli. ‘’Tapi tidak seramai dulu. Sekarang yang beli kebanyakan juga ibu-ibu,’’ katanya.

Baca Juga :  Ijazah Tidak Sesuai Kualifikasi, Dio Gigit Jari

Tungku tanah itu kini hanya digunakan warga pada momen-momen tertentu seperti acara pernikahan. ‘’Paling laris memang musim hajatan,’’ tutur Darminto sembari menyebut penggunaan tungku tanah lebih hemat biaya lantaran menggunakan kayu sebagai bahan bakar.

Tak cukup satu, saat momen hajatan, warga membeli tiga hingga empat tungku tanah. Satu tungkunya hanya dibanderol Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu. Pun, dia menjamin peranti masak tersebut awet digunakan hingga puluhan tahun. ‘’Kadang saya antarkan sampai rumah kalau pembeli kesulitan membawanya,’’ jelas Darminto.

Tungku buatan Darminto juga laris manis saat musim penghujan. Pasalnya, tidak banyak perajin yang berproduksi lantaran proses pengeringan terkendala cuaca. ‘’Kalau kemarau seperti saat ini banyak stoknya,’’ ujarnya. *** (isd/c1)

Zaman semakin modern. Namun, Darminto hingga kini masih menekuni usaha tungku tanah. Meski pembeli tidak seramai dulu, pria itu belum berpikir banting setir ke usaha lain.

=================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

BONGKAHAN tanah warna putih dengan lubang di sisi kiri dan kanan itu ditata Darminto dengan hati-hati. Maklum, rongga itu terbilang tipis hingga rawan pecah. Peranti berupa tungku masak itu dijajar di teras rumah. ‘’Kalau masih basah bisa dua kali lipat beratnya,’’ ujar Darminto.

Sudah bertahun-tahun warga Dusun Ngemplak, Sidorejo, Karangjati, itu berjualan tungku berbahan tanah. Meski peranti memasak modern marak di pasaran, ada saja warga yang membeli. ‘’Tapi tidak seramai dulu. Sekarang yang beli kebanyakan juga ibu-ibu,’’ katanya.

Baca Juga :  Ngeri! Sugeng Rahayu Santap Motor, Dua Tewas

Tungku tanah itu kini hanya digunakan warga pada momen-momen tertentu seperti acara pernikahan. ‘’Paling laris memang musim hajatan,’’ tutur Darminto sembari menyebut penggunaan tungku tanah lebih hemat biaya lantaran menggunakan kayu sebagai bahan bakar.

Tak cukup satu, saat momen hajatan, warga membeli tiga hingga empat tungku tanah. Satu tungkunya hanya dibanderol Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu. Pun, dia menjamin peranti masak tersebut awet digunakan hingga puluhan tahun. ‘’Kadang saya antarkan sampai rumah kalau pembeli kesulitan membawanya,’’ jelas Darminto.

Tungku buatan Darminto juga laris manis saat musim penghujan. Pasalnya, tidak banyak perajin yang berproduksi lantaran proses pengeringan terkendala cuaca. ‘’Kalau kemarau seperti saat ini banyak stoknya,’’ ujarnya. *** (isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/