alexametrics
29.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Finishing Pasar Besar Ngawi, Kontraktor Diberi Waktu Tambahan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – PP Urban memperpanjang napasnya untuk menyelesaikan proyek pembangunan ulang Pasar Besar Ngawi (PBN). Project Manager PP Urban Imran Amir mengklaim bahwa pejabat pembuat komitmen (PPK) menyetujui adendum kontrak kerja.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyepakati tproyambahan durasi pengerjaan 16 hari kalender. Deadline diulur dari seharusnya selesai kemarin (15/12) menjadi 31 Desember nanti. ‘’Karena diperpanjang sampai akhir tahun, maka tidak ada denda yang harus dibayar,’’ kata Imran, Kamis (16/12).

Imran menyebut, pengajuan adendum kontrak untuk melengkapi prasarana PBN yang belum tersedia. Berupa pemasangan rolling door dua jenis kios. Meliputi 233 unit kios kering dan 58 unit kios basah. ‘’Kami optimistis bisa selesai tepat waktu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Agus Susanto, Penyandang Disabilitas yang Guru Honorer

Sementara, kekurangan empat item eksterior belum diselesaikan hingga kemarin. Pekerja masih sibuk menyelesaikan pembangunan anjungan, pembuatan taman, serta pemasangan paving dan papan nama Pasar Besar Ngawi. ‘’Kami kerahkan 250 pekerja untuk menyelesaikan semuanya,’’ terang Imran.

Karena pengerjaannya dikebut, Imran memasang target seluruh kekurangan dapat selesai hari ini. Tepat sehari sebelum rencana kunjungan Presiden Joko Widodo besok (17/12). ‘’Besok penyempurnaan drop off (anjungan, Red) dan penanaman pohon di bagian depan sisi utara,’’ ucapnya.

Sementara, proyek PBN senilai Rp 80,2 miliar itu turut mengundang simpati wakil rakyat. Ketua Komisi III DPRD Ngawi Supeno berharap rekanan sanggup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. ‘’Ibarat lari, rekanan harus sprint agar hasil pembangunan segera dimanfaatkan pedagang,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – PP Urban memperpanjang napasnya untuk menyelesaikan proyek pembangunan ulang Pasar Besar Ngawi (PBN). Project Manager PP Urban Imran Amir mengklaim bahwa pejabat pembuat komitmen (PPK) menyetujui adendum kontrak kerja.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyepakati tproyambahan durasi pengerjaan 16 hari kalender. Deadline diulur dari seharusnya selesai kemarin (15/12) menjadi 31 Desember nanti. ‘’Karena diperpanjang sampai akhir tahun, maka tidak ada denda yang harus dibayar,’’ kata Imran, Kamis (16/12).

Imran menyebut, pengajuan adendum kontrak untuk melengkapi prasarana PBN yang belum tersedia. Berupa pemasangan rolling door dua jenis kios. Meliputi 233 unit kios kering dan 58 unit kios basah. ‘’Kami optimistis bisa selesai tepat waktu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Imbas Pembebasan Pajak Hotel, Restoran, dan Retribusi Pasar, Potensi PAD Rp 2 Miliar Hilang

Sementara, kekurangan empat item eksterior belum diselesaikan hingga kemarin. Pekerja masih sibuk menyelesaikan pembangunan anjungan, pembuatan taman, serta pemasangan paving dan papan nama Pasar Besar Ngawi. ‘’Kami kerahkan 250 pekerja untuk menyelesaikan semuanya,’’ terang Imran.

Karena pengerjaannya dikebut, Imran memasang target seluruh kekurangan dapat selesai hari ini. Tepat sehari sebelum rencana kunjungan Presiden Joko Widodo besok (17/12). ‘’Besok penyempurnaan drop off (anjungan, Red) dan penanaman pohon di bagian depan sisi utara,’’ ucapnya.

Sementara, proyek PBN senilai Rp 80,2 miliar itu turut mengundang simpati wakil rakyat. Ketua Komisi III DPRD Ngawi Supeno berharap rekanan sanggup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. ‘’Ibarat lari, rekanan harus sprint agar hasil pembangunan segera dimanfaatkan pedagang,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/