alexametrics
25.1 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

Versi BPS, 71 Ribu Warga Ngawi Menganggur

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan pekerja di Ngawi tahun lalu merana karena pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 71 ribu penduduk usia kerja menganggur dan kehilangan penghasilan. ‘’Tidak hanya pekerja formal, tapi juga informal,’’ kata Kepala BPS Ngawi Prayogo Setyo Widodo, Senin (17/1/2022).

Menurut Prayogo, perekonomian warga macet terdampak pandemi. Pekerja tidak memperolah pemasukan maksimal imbas kebijakan pengetatan kegiatan oleh pemerintah pusat. Belum lagi yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan, dan pengurangan jam kerja. ‘’Pedagang juga pilih berhenti sementara atau tidak berdagang lagi karena tingginya kasus Covid-19,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah angkatan kerja Agustus 2021 mencapai 499.056 orang. Naik sekitar 3.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan itu lantaran tidak diimbangi jumlah lowongan kerja yang sepadan. Menariknya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada dua tahun periode itu turun 1,18 persen. Jumlah penduduk yang bekerja tahun lalu 477.840 orang. ‘’Ada kenaikan 9.000 orang dari Agustus 2020,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Juga :  Catut Nama Aspri Menpan-RB, Komplotan Pelaku Penipuan Diringkus

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan pekerja di Ngawi tahun lalu merana karena pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 71 ribu penduduk usia kerja menganggur dan kehilangan penghasilan. ‘’Tidak hanya pekerja formal, tapi juga informal,’’ kata Kepala BPS Ngawi Prayogo Setyo Widodo, Senin (17/1/2022).

Menurut Prayogo, perekonomian warga macet terdampak pandemi. Pekerja tidak memperolah pemasukan maksimal imbas kebijakan pengetatan kegiatan oleh pemerintah pusat. Belum lagi yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan, dan pengurangan jam kerja. ‘’Pedagang juga pilih berhenti sementara atau tidak berdagang lagi karena tingginya kasus Covid-19,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah angkatan kerja Agustus 2021 mencapai 499.056 orang. Naik sekitar 3.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan itu lantaran tidak diimbangi jumlah lowongan kerja yang sepadan. Menariknya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada dua tahun periode itu turun 1,18 persen. Jumlah penduduk yang bekerja tahun lalu 477.840 orang. ‘’Ada kenaikan 9.000 orang dari Agustus 2020,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Juga :  21.216 Warga Ngawi Nganggur, Mayoritas Lulusan SMK

Most Read

Artikel Terbaru

/