alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Pemkab Ngawi Bakal Bangun Gudang Penyimpanan Tembakau Pakai DBHCHT

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Impian kelompok petani tembakau di Ngawi memiliki gudang penyimpanan menjadi kenyataan. Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) berniat membangun fasilitas itu menggunakan hibah dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2022. ’’Pagunya sekitar Rp 300 juta,’’ kata Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi Hendro Budi Suryawan, Minggu (17/4).

Gudang penyimpanan tembakau rencana dibangun di Desa Sawo, Karangjati. Lokasi itu dipilih lantaran petani tembakaunya terbilang banyak. Selain itu, anggota kelompok tani desa setempat memiliki lahan sendiri. ‘’Sementara ini baru bisa memfasilitasi satu bangunan,’’ ujarnya.

Hendro menuturkan, gudang penyimpanan penting sebelum tembakau diolah menjadi rokok. Komoditas itu perlu melalui proses penyimpanan selama tiga tahun terlebih dahulu. Supaya getah pada daun tembakau yang diiris benar-benar menghilang. Selama ini petani tembakau harus menyewa gudang untuk menyimpan hasil panennya. ‘’Jadi, menambah pengeluaran petani,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Anggaran Pembangunan Mal Pelayanan Publik Ngawi Membengkak

Sojo, ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, menyambut baik langkah penyediaan gudang penyimpanan tembakau. Fasilitas tersebut dapat meringankan pengeluaran petani pascapanen. Pemkab diharapkan melibatkan tenaga ahli atau perwakilan APTI dalam perencanaan bangunan. Supaya spesifikasinya sesuai standardisasi. ‘’Jangan sampai nanti muspro hanya karena tidak sesuai standar penyimpanan tembakau,’’ tuturnya.

Sojo berharap gudang penyimpanan tembakau selesai dibangun September nanti. Bulan itu masuk periode petani petik daun. ‘’Jadi, bisa langsung dimanfaatkan. Petani tidak perlu menyewa tempat,’’ tandasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Impian kelompok petani tembakau di Ngawi memiliki gudang penyimpanan menjadi kenyataan. Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) berniat membangun fasilitas itu menggunakan hibah dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2022. ’’Pagunya sekitar Rp 300 juta,’’ kata Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi Hendro Budi Suryawan, Minggu (17/4).

Gudang penyimpanan tembakau rencana dibangun di Desa Sawo, Karangjati. Lokasi itu dipilih lantaran petani tembakaunya terbilang banyak. Selain itu, anggota kelompok tani desa setempat memiliki lahan sendiri. ‘’Sementara ini baru bisa memfasilitasi satu bangunan,’’ ujarnya.

Hendro menuturkan, gudang penyimpanan penting sebelum tembakau diolah menjadi rokok. Komoditas itu perlu melalui proses penyimpanan selama tiga tahun terlebih dahulu. Supaya getah pada daun tembakau yang diiris benar-benar menghilang. Selama ini petani tembakau harus menyewa gudang untuk menyimpan hasil panennya. ‘’Jadi, menambah pengeluaran petani,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Momen Nataru, 3.000 Penumpang Naik-Turun di Terminal Kertonegoro-Ngawi

Sojo, ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, menyambut baik langkah penyediaan gudang penyimpanan tembakau. Fasilitas tersebut dapat meringankan pengeluaran petani pascapanen. Pemkab diharapkan melibatkan tenaga ahli atau perwakilan APTI dalam perencanaan bangunan. Supaya spesifikasinya sesuai standardisasi. ‘’Jangan sampai nanti muspro hanya karena tidak sesuai standar penyimpanan tembakau,’’ tuturnya.

Sojo berharap gudang penyimpanan tembakau selesai dibangun September nanti. Bulan itu masuk periode petani petik daun. ‘’Jadi, bisa langsung dimanfaatkan. Petani tidak perlu menyewa tempat,’’ tandasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/