alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Dibangun Rp 473 Juta, Galeri Industri Kayu Milik Pemkab Ngawi Sepi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Galeri Industri Kayu di Desa Banjarejo, Kedunggalar, Ngawi, sepi mamring. Tidak tampak aktivitas dan penjagaan dari gedung yang dibangun dengan biaya Rp 473 juta tahun lalu itu. ‘’Seharusnya sudah dapat dimanfaatkan IKM (industri kecil menengah) kayu,’’ kata Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Daru Chandra Wulandari, Selasa (17/5).

Daru mengaku telah menyosialisasikan keberadaan galeri kepada para perajin kayu. Fasilitas itu untuk berjualan sekaligus promosi produk. Belum semua pelaku IKM memindahkan produk ke galeri diduga sebagai alasan urung beroperasi. ‘’Karena itu, kemungkinan ditutup sementara,’’ ujarnya.

Kepala DPPTK Ngawi Yusuf Rosyadi menambahkan, pemanfaatan galeri bekerja sama dengan paguyuban perajin dan craft (parinkraf). Para anggotanya dipersilakan memajang produk di tempat itu. ‘’Galeri ini menjadi alternatif pembeli menentukan produk yang ingin dibeli,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Imbas Kenaikan PPN 11 Persen, Nilai Tawar Tender Susut 

Yusuf tidak memungkiri pemanfaatan galeri belum maksimal. Parinkraf masih menginventarisasi produk yang akan dipajang. Dia meyakini tidak lama lagi galeri akan ramai. ‘’Karena lokasinya strategis dan sesuai instruksi Kementerian Perindustrian,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Galeri Industri Kayu di Desa Banjarejo, Kedunggalar, Ngawi, sepi mamring. Tidak tampak aktivitas dan penjagaan dari gedung yang dibangun dengan biaya Rp 473 juta tahun lalu itu. ‘’Seharusnya sudah dapat dimanfaatkan IKM (industri kecil menengah) kayu,’’ kata Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Daru Chandra Wulandari, Selasa (17/5).

Daru mengaku telah menyosialisasikan keberadaan galeri kepada para perajin kayu. Fasilitas itu untuk berjualan sekaligus promosi produk. Belum semua pelaku IKM memindahkan produk ke galeri diduga sebagai alasan urung beroperasi. ‘’Karena itu, kemungkinan ditutup sementara,’’ ujarnya.

Kepala DPPTK Ngawi Yusuf Rosyadi menambahkan, pemanfaatan galeri bekerja sama dengan paguyuban perajin dan craft (parinkraf). Para anggotanya dipersilakan memajang produk di tempat itu. ‘’Galeri ini menjadi alternatif pembeli menentukan produk yang ingin dibeli,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Okupansi Penumpang Kereta Api Berangsur Normal

Yusuf tidak memungkiri pemanfaatan galeri belum maksimal. Parinkraf masih menginventarisasi produk yang akan dipajang. Dia meyakini tidak lama lagi galeri akan ramai. ‘’Karena lokasinya strategis dan sesuai instruksi Kementerian Perindustrian,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/