alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Acara Mantenan Warga Plelek, Pengkol Berpotensi Jadi Klaster Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Hajatan pernikahan warga di Dusun Plelek, Pengkol, Mantingan, Ngawi berpotensi menjadi klaster Covid-19. Pasalnya, dari hasil uji cepat antigen didapati sembilan orang warga setempat dinyatakan positif Covid-19. Namun demikian, saat ini sambil menunggu hasil tes PCR keluar, mereka diharuskan menjalani isolasi mandiri.

Munculnya potensi penularan bermula saat sembilan warga itu ikut membantu mengurus acara pernikahan tetangga 8 Juni lalu. Tiga hari kemudian, perias pasangan pengantinnya diketahui meninggal dengan status positif virus korona. ‘’Kami inisiatif tracing 12 warga dan sembilan di antaranya reaktif,’’ kata Kepala Desa Pengkol Fuad Ari Sulistyo, Kamis (17/6).

Sebanyak 12 warga yang di-tracing itu berkontak erat dengan perias. Petugas medis mudah menemukannya lantaran mereka tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Pasalnya, beberapa hari setelah acara mantenan mereka mengeluh sakit. Belakangan setelah dicek muncul gejala mirip Covid-19. ‘’Awalnya dikira hanya kecapekan,’’ ucapnya sembari menyebut bahwa keluarga pengantin nonreaktif Covid-19.

Baca Juga :  Nataru, Penumpang Bus Alami Kenaikan

Fuad menduga lemahnya penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 menjadi biang munculnya potensi penularan. Sementara ini pihaknya tidak me-lockdown akses keluar-masuk lingkungan sembilan warga isoman. ‘’Kasihan, karena ada warga yang tidak terpapar. Tapi, untuk pengawasan dilakukan ketat,’’ terangnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Hajatan pernikahan warga di Dusun Plelek, Pengkol, Mantingan, Ngawi berpotensi menjadi klaster Covid-19. Pasalnya, dari hasil uji cepat antigen didapati sembilan orang warga setempat dinyatakan positif Covid-19. Namun demikian, saat ini sambil menunggu hasil tes PCR keluar, mereka diharuskan menjalani isolasi mandiri.

Munculnya potensi penularan bermula saat sembilan warga itu ikut membantu mengurus acara pernikahan tetangga 8 Juni lalu. Tiga hari kemudian, perias pasangan pengantinnya diketahui meninggal dengan status positif virus korona. ‘’Kami inisiatif tracing 12 warga dan sembilan di antaranya reaktif,’’ kata Kepala Desa Pengkol Fuad Ari Sulistyo, Kamis (17/6).

Sebanyak 12 warga yang di-tracing itu berkontak erat dengan perias. Petugas medis mudah menemukannya lantaran mereka tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Pasalnya, beberapa hari setelah acara mantenan mereka mengeluh sakit. Belakangan setelah dicek muncul gejala mirip Covid-19. ‘’Awalnya dikira hanya kecapekan,’’ ucapnya sembari menyebut bahwa keluarga pengantin nonreaktif Covid-19.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Ajak Pusat Musyawarah Terkait Status Pengelolaan Benteng Pendem

Fuad menduga lemahnya penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 menjadi biang munculnya potensi penularan. Sementara ini pihaknya tidak me-lockdown akses keluar-masuk lingkungan sembilan warga isoman. ‘’Kasihan, karena ada warga yang tidak terpapar. Tapi, untuk pengawasan dilakukan ketat,’’ terangnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/