alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Realisasi Vaksinasi Lansia di Ngawi Masih Rendah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peluang Ngawi menurunkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari 3 ke 2 pekan depan cukup berat. Sebab, realisasi vaksinasi kalangan lanjut usia (lansia) hingga saat ini masih rendah.

Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat, realisasi untuk dosis pertama baru 17,99 persen. Sedangkan, dosis kedua 9,97 persen. Adapun sasaran imunisasi kelompok lansia sebanyak 127.108 orang. ‘’Untuk menuju level 2 masih sangat jauh,’’ kata Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fachrudin, Jumat (17/9).

Diketahui, pemerintah pusat memasukkan cakupan vaksinasi sebagai salah satu indikator penurunan tingkat pengetatan. Bagi daerah yang ingin turun ke level 2, minimal realisasi vaksinasi global 50 persen dan khusus lansia 40 persen. ‘’Kalau dikumulatif (dosis pertama dan kedua), vaksinasi lansia di Ngawi baru 13,98 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pipa PDAM Putus, Warga Desa Morang Kesulitan Air Bersih

Menurut Heri, progres vaksinasi lansia sulit dikebut karena tiga faktor. Pertama, antusiasme yang minim. Warga di atas 60 tahun yang menerima undangan banyak yang tidak datang. Mereka takut efek samping atau kemunculan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ‘’Hanya 20 sampai 50 orang yang datang dari ratusan undangan,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peluang Ngawi menurunkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari 3 ke 2 pekan depan cukup berat. Sebab, realisasi vaksinasi kalangan lanjut usia (lansia) hingga saat ini masih rendah.

Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat, realisasi untuk dosis pertama baru 17,99 persen. Sedangkan, dosis kedua 9,97 persen. Adapun sasaran imunisasi kelompok lansia sebanyak 127.108 orang. ‘’Untuk menuju level 2 masih sangat jauh,’’ kata Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fachrudin, Jumat (17/9).

Diketahui, pemerintah pusat memasukkan cakupan vaksinasi sebagai salah satu indikator penurunan tingkat pengetatan. Bagi daerah yang ingin turun ke level 2, minimal realisasi vaksinasi global 50 persen dan khusus lansia 40 persen. ‘’Kalau dikumulatif (dosis pertama dan kedua), vaksinasi lansia di Ngawi baru 13,98 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Predator Seksual Sekap Siswi SMA, Paksa Wik-Wik di Kamar

Menurut Heri, progres vaksinasi lansia sulit dikebut karena tiga faktor. Pertama, antusiasme yang minim. Warga di atas 60 tahun yang menerima undangan banyak yang tidak datang. Mereka takut efek samping atau kemunculan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ‘’Hanya 20 sampai 50 orang yang datang dari ratusan undangan,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/