alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Duh, Ngawi Kerap Jadi Transit Anjal dari Luar Daerah

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi tidak menampik banyak anak jalanan (anjal) berkeliaran di wilayahnya. Lokasi kabupaten ini yang berada di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah diklaim sebagai pemicunya. ”Kabupaten ini menjadi tempat transit anak jalanan dari berbagai kota dan kabupaten,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setiono, Selasa (18/1/2022).

Arif menyebut, anjal biasa mengamen di traffic light. Antara lain, perempatan Tiara, Terminal Kertonegoro, dan pertigaan Tawun. Ketiga titik itu merupakan jalur arteri yang banyak dilalui truk. Kendaraan tersebut cocok untuk ditumpangi. ”Kalau ada momen konser atau event lain di sebuah daerah, jumlah anak jalanan jauh lebih banyak,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Cemas Proyek Rebuilding Pasar Besar Molor

Disinggung kasus anjal melakukan tindak pidana, Arif berjanji untuk lebih aktif melakukan penertiban. Supaya tindak kejahatan serupa tidak terulang di kemudian hari. ”Kami lebih mengaktifkan patroli anak jalanan di traffic light, khususnya pertigaan Tawun,” ucapnya.

Di sisi lain, korps penegak perda akan berkoordinasi dengan dinas sosial (dinsos). Organisasi perangkat daerah (OPD) itu yang bertugas melakukan pembinaan. Jika anak jalanan berstatus warga Ngawi, dinsos dapat memberikan pembinaan dan pelatihan. Sebaliknya, bila bukan ber-KTP Ngawi, keluarga dan pemangku kebijakan tempat tinggalnya akan melakukan penjemputan. ”Pembinaan dilakukan agar anjal bisa mentas dari jalanan,” tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ngawi tidak menampik banyak anak jalanan (anjal) berkeliaran di wilayahnya. Lokasi kabupaten ini yang berada di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah diklaim sebagai pemicunya. ”Kabupaten ini menjadi tempat transit anak jalanan dari berbagai kota dan kabupaten,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setiono, Selasa (18/1/2022).

Arif menyebut, anjal biasa mengamen di traffic light. Antara lain, perempatan Tiara, Terminal Kertonegoro, dan pertigaan Tawun. Ketiga titik itu merupakan jalur arteri yang banyak dilalui truk. Kendaraan tersebut cocok untuk ditumpangi. ”Kalau ada momen konser atau event lain di sebuah daerah, jumlah anak jalanan jauh lebih banyak,” ujarnya.

Baca Juga :  Ngawi Nihil Event Selama Setahun

Disinggung kasus anjal melakukan tindak pidana, Arif berjanji untuk lebih aktif melakukan penertiban. Supaya tindak kejahatan serupa tidak terulang di kemudian hari. ”Kami lebih mengaktifkan patroli anak jalanan di traffic light, khususnya pertigaan Tawun,” ucapnya.

Di sisi lain, korps penegak perda akan berkoordinasi dengan dinas sosial (dinsos). Organisasi perangkat daerah (OPD) itu yang bertugas melakukan pembinaan. Jika anak jalanan berstatus warga Ngawi, dinsos dapat memberikan pembinaan dan pelatihan. Sebaliknya, bila bukan ber-KTP Ngawi, keluarga dan pemangku kebijakan tempat tinggalnya akan melakukan penjemputan. ”Pembinaan dilakukan agar anjal bisa mentas dari jalanan,” tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/