alexametrics
26.6 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Overdimensi, Truk Tebu Terguling di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sopir truk AD 1547 GN kena getahnya. Sekitar pukul 11.00 kemarin (17/5) kendaraannya terguling di Perempatan Tiara masuk Desa Klitik, Geneng, lantaran diduga membawa muatan tebu melebihi kapasitas. Beruntungnya, Alfi Tarwanto, 29, sang sopir, tidak mengalami luka serius. Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal itu berbuntut arus lalu lintas tidak lancar selama dua jam.

Alfi mengaku mengangkut tujuh ton tebu dari Sragen, Jawa Tengah. Warga Desa Jepoh, Jenar, Sragen, itu dalam perjalanan mengirim muatan ke Pabrik Gula (PG) Redjo Agung Baru, Kota Madiun. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan 60/2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan, muatan truk jenis fuso ringan maksimal lima ton. Dengan kalimat lain, truk mengalami obesitas dua ton. ‘’Truk melaju pelan karena mau belok kanan,’’ katanya.

Alfi menerangkan, truk melaju dari Jalan Raya Dr Radjiman hendak belok selatan ke Jalan Raya Ngawi–Maospati. Ketika berada di tengah perempatan, kondisi permukaan jalan tidak rata. Kendaraannya mendadak oleng ke utara. Muatan tebu yang berlebih membuatnya kesulitan mengendalikan laju truk. ‘’Akhirnya terguling ke kiri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Maksimalkan Pembangunan sampai Pedesaan

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Djoko Winarto membenarkan indikasi truk membawa muatan tebu melebihi kapasitas. Overcapacity itu menjadi salah satu musabab kendaraan gagal belok arah. Pihaknya masih mendalami keterangan sopir dan penanggung jawab pemasok tebu. ‘’Kondisi jalan bergelombang juga menjadi faktor truk terguling,’’ ucapnya.

Djoko menyampaikan, proses evakuasi bangkai truk memakan waktu cukup lama. Sebab, muatan tebu di dalam bak dan yang berserakan di jalan mesti dipindahkan ke truk lain. Pemindahan secara manual itu mendatangkan puluhan petani tebu dari Sragen. ‘’Evakuasi truk selesai pukul 12.53, jalan bersih dari tebu berserakan sekitar pukul 14.00,’’ sebutnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sopir truk AD 1547 GN kena getahnya. Sekitar pukul 11.00 kemarin (17/5) kendaraannya terguling di Perempatan Tiara masuk Desa Klitik, Geneng, lantaran diduga membawa muatan tebu melebihi kapasitas. Beruntungnya, Alfi Tarwanto, 29, sang sopir, tidak mengalami luka serius. Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal itu berbuntut arus lalu lintas tidak lancar selama dua jam.

Alfi mengaku mengangkut tujuh ton tebu dari Sragen, Jawa Tengah. Warga Desa Jepoh, Jenar, Sragen, itu dalam perjalanan mengirim muatan ke Pabrik Gula (PG) Redjo Agung Baru, Kota Madiun. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan 60/2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan, muatan truk jenis fuso ringan maksimal lima ton. Dengan kalimat lain, truk mengalami obesitas dua ton. ‘’Truk melaju pelan karena mau belok kanan,’’ katanya.

Alfi menerangkan, truk melaju dari Jalan Raya Dr Radjiman hendak belok selatan ke Jalan Raya Ngawi–Maospati. Ketika berada di tengah perempatan, kondisi permukaan jalan tidak rata. Kendaraannya mendadak oleng ke utara. Muatan tebu yang berlebih membuatnya kesulitan mengendalikan laju truk. ‘’Akhirnya terguling ke kiri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hujan-Angin Robohkan Dua Rumah

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Djoko Winarto membenarkan indikasi truk membawa muatan tebu melebihi kapasitas. Overcapacity itu menjadi salah satu musabab kendaraan gagal belok arah. Pihaknya masih mendalami keterangan sopir dan penanggung jawab pemasok tebu. ‘’Kondisi jalan bergelombang juga menjadi faktor truk terguling,’’ ucapnya.

Djoko menyampaikan, proses evakuasi bangkai truk memakan waktu cukup lama. Sebab, muatan tebu di dalam bak dan yang berserakan di jalan mesti dipindahkan ke truk lain. Pemindahan secara manual itu mendatangkan puluhan petani tebu dari Sragen. ‘’Evakuasi truk selesai pukul 12.53, jalan bersih dari tebu berserakan sekitar pukul 14.00,’’ sebutnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/