alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Truk ODOL Lolos Pengecekan Jembatan Timbang Gendingan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Laka lantas truk tebu bernopol AD 1547 GN kemarin (17/5) barangkali tidak terjadi seandainya pengawasan muatannya maksimal. Sebab, sebelum sampai Perempatan Tiara, kendaraan dari Sragen itu terlebih dahulu melintasi Jalan Raya Ngawi–Solo.

Di jalur nasional itu terdapat unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) masuk Desa Gendingan, Widodaren. Petugas menimbang berat muatan kendaraan angkutan barang yang melintas. Seandainya melebihi kapasitas, muatan diturunkan hingga batas maksimal sesuai Permenhub 60/2019.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Ngawi Agus Riyanto bergeming kala disinggung perihal ada tidaknya pengecekan muatan truk tebu yang dikemudikan Alfi Tarwanto. Dia kurang tahu lantaran operasional jembatan timbang tidak lagi ditangani daerah. ‘’Pengawasan overloading jembatan timbang diambil pemerintah pusat,’’ dalihnya, Rabu (18/5).

Baca Juga :  Suasana Jelang Lebaran di Ngawi, Ramai Pembeli tapi Belum Normal

Agus menyampaikan, kewenangan daerah sebatas memastikan kendaraan angkutan laik jalan melalui uji kir. Salah satu pemeriksaannya untuk mengetahui ada tidaknya perubahan dimensi kendaraan. ‘’Di luar itu ada pemantauan bersama polres. Kalau secara kasatmata melanggar ODOL (overdimension overloading), dilakukan penindakan tilang,’’ terangnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Laka lantas truk tebu bernopol AD 1547 GN kemarin (17/5) barangkali tidak terjadi seandainya pengawasan muatannya maksimal. Sebab, sebelum sampai Perempatan Tiara, kendaraan dari Sragen itu terlebih dahulu melintasi Jalan Raya Ngawi–Solo.

Di jalur nasional itu terdapat unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) masuk Desa Gendingan, Widodaren. Petugas menimbang berat muatan kendaraan angkutan barang yang melintas. Seandainya melebihi kapasitas, muatan diturunkan hingga batas maksimal sesuai Permenhub 60/2019.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Ngawi Agus Riyanto bergeming kala disinggung perihal ada tidaknya pengecekan muatan truk tebu yang dikemudikan Alfi Tarwanto. Dia kurang tahu lantaran operasional jembatan timbang tidak lagi ditangani daerah. ‘’Pengawasan overloading jembatan timbang diambil pemerintah pusat,’’ dalihnya, Rabu (18/5).

Baca Juga :  Kanang Minta Warga Ngawi Tidak Ragu Donor Darah

Agus menyampaikan, kewenangan daerah sebatas memastikan kendaraan angkutan laik jalan melalui uji kir. Salah satu pemeriksaannya untuk mengetahui ada tidaknya perubahan dimensi kendaraan. ‘’Di luar itu ada pemantauan bersama polres. Kalau secara kasatmata melanggar ODOL (overdimension overloading), dilakukan penindakan tilang,’’ terangnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/