alexametrics
30.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Puluhan Sopir Angkot Peserta Program ASG Terancam Kehilangan Pemasukan Lebih Lama

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan pengemudi angkutan perkotaan (angkot) di Ngawi terancam kehilangan pemasukan lebih lama terkait rencana perpanjangan study from home (SfH). Pasalnya, jika SfH benar diterapkan hingga akhir tahun, program angkutan sekolah gratis (ASG) otomatis ditiadakan.

‘’Kalau tidak ada siswa yang masuk sekolah, (program ASG) ya tidak bisa jalan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Rahmat Didik Purwanto Rabu (17/6).

Pihaknya telah menganggarkan program ASG hingga Desember mendatang. Namun, pandemi Covid-19 mengakibatkan program tersebut sementara dihentikan. ‘’Kalau programnya tidak berjalan, anggarannya juga tidak bisa diserap,’’ ujarnya.

Didik memerinci, total anggaran program ASG tahun ini sekitar Rp 772,5 juta. Namun, belakangan terkena rasionalisasi 50 persen akibat pandemi Covid-19 sehingga tersisa Rp 386,2 juta. Dari jumlah itu, yang sudah terserap sekitar Rp 154,7 juta. ‘’Karena hanya berjalan sektar 2,5 bulan sebelum sekolah diliburkan pertengahan Maret lalu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jembatan Kasreman Makan Korban

Didik menambahkan, selama ini ada 26 angkutan yang ikut program ASG. Masing-masing mendapat alokasi Rp 100 ribu per hari untuk mengantar jemput siswa. ‘’Anggaran yang tersisa nanti dikembalikan ke kas daerah. Mungkin bisa digunakan lagi tahun depan untuk program yang sama,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan pengemudi angkutan perkotaan (angkot) di Ngawi terancam kehilangan pemasukan lebih lama terkait rencana perpanjangan study from home (SfH). Pasalnya, jika SfH benar diterapkan hingga akhir tahun, program angkutan sekolah gratis (ASG) otomatis ditiadakan.

‘’Kalau tidak ada siswa yang masuk sekolah, (program ASG) ya tidak bisa jalan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Rahmat Didik Purwanto Rabu (17/6).

Pihaknya telah menganggarkan program ASG hingga Desember mendatang. Namun, pandemi Covid-19 mengakibatkan program tersebut sementara dihentikan. ‘’Kalau programnya tidak berjalan, anggarannya juga tidak bisa diserap,’’ ujarnya.

Didik memerinci, total anggaran program ASG tahun ini sekitar Rp 772,5 juta. Namun, belakangan terkena rasionalisasi 50 persen akibat pandemi Covid-19 sehingga tersisa Rp 386,2 juta. Dari jumlah itu, yang sudah terserap sekitar Rp 154,7 juta. ‘’Karena hanya berjalan sektar 2,5 bulan sebelum sekolah diliburkan pertengahan Maret lalu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  BH pun Diembat Duo Maling Bau Kencur Ini

Didik menambahkan, selama ini ada 26 angkutan yang ikut program ASG. Masing-masing mendapat alokasi Rp 100 ribu per hari untuk mengantar jemput siswa. ‘’Anggaran yang tersisa nanti dikembalikan ke kas daerah. Mungkin bisa digunakan lagi tahun depan untuk program yang sama,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Artikel SebelumnyaPAN Resmi Usung Pasangan OK
Artikel Selanjutnya Harga Duo Bawang Bikin Buntung

Most Read

Artikel Terbaru

/