alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Empat Bulan, Polisi Ringkus Delapan Pengedar Narkoba di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Masa depan pemuda 22 tahun ini suram karena narkoba. Drajat Miftahudin diringkus polisi atas dugaan kepemilikan dan pengedaran obat terlarang berjenis Trihexyphenidyl. Satresnarkorba Polres Ngawi menjerat warga Desa Sambiroto, Padas, Ngawi, itu dengan pasal 197 Undang-Undang (UU) 3/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun.

Yang mencengangkan, berdasarkan penyelidikan sementara polisi, Drajat diduga telah memperjualbelikan pil koplo selama lima setengah tahun. Artinya, pelaku mulai menjalankan bisnis haramnya di usia 16 hingga 17 tahun. ‘’Pelaku ditangkap awal bulan ini,’’ kata Wakapolres Ngawi Kompol Hendry Ferdinand Kennedy.

Satresnarkoba memperoleh laporan warga terkait bisnis haram Drajat pada 4 Agustus lalu. Informasi itu ditindaklanjuti penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan indikasi kuat bahwa terlapor memperjualbelikan pil koplo. Tim buru sergap lantas melakukan penangkapan di rumahnya. Ketika tempat tinggalnya digeledah, petugas menemukan dua bungkus plastik hitam berisi sekitar 2.000 butir obat yang diduga Trihexyphenidyl.

Baca Juga :  Pingkan-Aini Meregang Nyawa Disambar Kereta Api Sritanjung

Kennedy mengungkapkan, tersangka mengedarkan pil koplo ke wilayah Ngawi dan sekitarnya. Sistem pembeliannya diawali dengan pesan barang via chat WhatsApp. Transaksi online itu dilanjutkan penyerahan barang di lokasi yang telah disepakati dengan pembeli. ‘’Kami masih mendalami dari mana pelaku memperoleh obat yang peredarannya seharusnya dengan resep dokter itu,’’ ujarnya.

Sementara, Satresnarkoba menangkap tujuh pengedar narkoba lainnya sejak Mei lalu. Total barang buktinya 0,5 gram sabu-sabu dan 6.923 butir pil koplo berbagai jenis. Penyelidikan polisi mengerucut pada kesimpulan bahwa mereka tidak berkomplot alias bekerja sendiri. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Masa depan pemuda 22 tahun ini suram karena narkoba. Drajat Miftahudin diringkus polisi atas dugaan kepemilikan dan pengedaran obat terlarang berjenis Trihexyphenidyl. Satresnarkorba Polres Ngawi menjerat warga Desa Sambiroto, Padas, Ngawi, itu dengan pasal 197 Undang-Undang (UU) 3/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun.

Yang mencengangkan, berdasarkan penyelidikan sementara polisi, Drajat diduga telah memperjualbelikan pil koplo selama lima setengah tahun. Artinya, pelaku mulai menjalankan bisnis haramnya di usia 16 hingga 17 tahun. ‘’Pelaku ditangkap awal bulan ini,’’ kata Wakapolres Ngawi Kompol Hendry Ferdinand Kennedy.

Satresnarkoba memperoleh laporan warga terkait bisnis haram Drajat pada 4 Agustus lalu. Informasi itu ditindaklanjuti penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan indikasi kuat bahwa terlapor memperjualbelikan pil koplo. Tim buru sergap lantas melakukan penangkapan di rumahnya. Ketika tempat tinggalnya digeledah, petugas menemukan dua bungkus plastik hitam berisi sekitar 2.000 butir obat yang diduga Trihexyphenidyl.

Baca Juga :  BSU Tahap Pertama Mulai Dicairkan, 10.900 Pekerja Berpotensi Terima BSU

Kennedy mengungkapkan, tersangka mengedarkan pil koplo ke wilayah Ngawi dan sekitarnya. Sistem pembeliannya diawali dengan pesan barang via chat WhatsApp. Transaksi online itu dilanjutkan penyerahan barang di lokasi yang telah disepakati dengan pembeli. ‘’Kami masih mendalami dari mana pelaku memperoleh obat yang peredarannya seharusnya dengan resep dokter itu,’’ ujarnya.

Sementara, Satresnarkoba menangkap tujuh pengedar narkoba lainnya sejak Mei lalu. Total barang buktinya 0,5 gram sabu-sabu dan 6.923 butir pil koplo berbagai jenis. Penyelidikan polisi mengerucut pada kesimpulan bahwa mereka tidak berkomplot alias bekerja sendiri. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/