23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Tepat HUT ke-77 RI, Bupati Ngawi Serahkan Manfaat Kepesertaan BPJamsostek

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bertepatan dengan resepsi HUT ke-77 Republik Indonesia (RI) yang digelar Pemkab Ngawi pada Rabu (17/8) malam, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan jaminan sosial kepada ahli waris dari tiga perangkat desa yang telah meninggal dunia.

Adapun penerima manfaat program BPJamsostek itu adalah ahli waris dari Rahmat. Perangkat dari Pemdes Begal, Kedunggalar itu meninggal Juli lalu karena sakit. Santunan berupa jaminan kematian (JKM) Rp 42 juta, jaminan hari tua (JHT) Rp 821.320 dan beasiswa satu anak di perguruan tinggi Rp 60 juta diserahkan ke ahli waris.

Selain itu, ahli waris dari Ninin Alfandi, perangkat Pemdes Jururejo, Ngawi yang meninggal karena sakit mendapat santunan JKM Rp 42 juta serta beasiswa anak kelas VII SMP–kuliah sebesar Rp 75 juta.

Kemudian, ahli waris dari Nur Cholis, perangkat Pemdes Ngawi yang meninggal karena sakit beberapa hari lalu memperoleh santunan JKM Rp 42 juta, JHT Rp 817.950, dan jaminan pensiun (JP) Rp 430.500. Tak hanya itu, BPJamsostek juga menyerahkan santunan berupa beasiswa dua anak mulai SD–kuliah masing-masing sebesar Rp 82,5 juta dan Rp 84 juta.

Santunan diserahkan langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono kepada para ahli waris. Dalam kesempatan itu, Ony didampingi Kepala BPJamsostek Cabang Ngawi Setyoningsih dan disaksikan oleh forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kades dan tamu undangan lainnya.

Kepala BPJamsostek Madiun Honggy Dwinanda mengapresiasi dukungan dari Bupati Ony Anwar atas pelaksanaan prorgam BPJS Ketenagakerjaan selama ini di Ngawi. ‘’Pemkab Ngawi termasuk pemerintah daerah yang telah mendafatarkan seluruh perangkat desanya sebagai peserta empat program BPJamsostek. Meliputi, JKM, JHT, JP dan jaminan kecelakaan kerja,’’ terangnya.

Baca Juga :  Belum Ada Sinyal Buka Objek Wisata-THM di Ngawi

Lebih lanjut, Honggy berharap ke depannya Pemkab Ngawi juga bersedia memberikan perlindungan jaminan sosial kepada anggota BPD dan LKD. Bahkan, bila perlu ketua RT, RW, PKK dan petugas posyandu. ‘’Sehingga kemanfaatan program BPJamsistek bisa dirasakan menyeluruh oleh para pekerja,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Ngawi Setyoningsih mengatakan penyerahan program penerimaan manfaat kepada para ahli waris peserta ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Ngawi terhadap pemdes. Selain itu, menurut dia, program BPJamsostek bermanfaat untuk menopang kehidupan sosial ekonomi para peserta termasuk di antaranya terkait santunan beasiswa.

‘’Dengan adanya program beasiswa ini, jika pekerja meninggal dunia, pendidikan anak-anak bisa terus berjalan. Sehingga mereka dapat memperbaiki kehidupan masa depan yang lebih baik,’’ kata Setyoningsih.

Perlu diketahui sampai dengan Juli 2022, BPJamsostek Ngawi telah memberikan beasiswa kepada 71 anak atau ahli waris peserta sebesar Rp 259 juta. Perinciannya, 28 anak TK dan SD, SMP 16 anak, SMA 16 anak, dan perguruan tinggi 11 anak.

Sementara manfaat prorgram yang telah disalurkan sejak Januari–Juli tahun ini meliputi JKK sebanyak 23 kasus senilai Rp 374.429.420, 61 JKM Rp 2.528.800.000, 2.044 JHT sebesar Rp 25.716.174.137, dan 523 JP Rp 405.009.740.

Sedangkan kepesertaan BPJamsostek Ngawi sampai Juli lalu tercatat sebanyak 1.084 perusahaan atau badan usaha. Dari situ jumlah tenaga kerja penerima upah (PU) ada 11.038 orang. Lalu, 2.199 pekerja bukan penerima upah (BPU) serta 8.909 tenaga kerja jasa konstruksi (Jakon). (*)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bertepatan dengan resepsi HUT ke-77 Republik Indonesia (RI) yang digelar Pemkab Ngawi pada Rabu (17/8) malam, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan jaminan sosial kepada ahli waris dari tiga perangkat desa yang telah meninggal dunia.

Adapun penerima manfaat program BPJamsostek itu adalah ahli waris dari Rahmat. Perangkat dari Pemdes Begal, Kedunggalar itu meninggal Juli lalu karena sakit. Santunan berupa jaminan kematian (JKM) Rp 42 juta, jaminan hari tua (JHT) Rp 821.320 dan beasiswa satu anak di perguruan tinggi Rp 60 juta diserahkan ke ahli waris.

Selain itu, ahli waris dari Ninin Alfandi, perangkat Pemdes Jururejo, Ngawi yang meninggal karena sakit mendapat santunan JKM Rp 42 juta serta beasiswa anak kelas VII SMP–kuliah sebesar Rp 75 juta.

Kemudian, ahli waris dari Nur Cholis, perangkat Pemdes Ngawi yang meninggal karena sakit beberapa hari lalu memperoleh santunan JKM Rp 42 juta, JHT Rp 817.950, dan jaminan pensiun (JP) Rp 430.500. Tak hanya itu, BPJamsostek juga menyerahkan santunan berupa beasiswa dua anak mulai SD–kuliah masing-masing sebesar Rp 82,5 juta dan Rp 84 juta.

Santunan diserahkan langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono kepada para ahli waris. Dalam kesempatan itu, Ony didampingi Kepala BPJamsostek Cabang Ngawi Setyoningsih dan disaksikan oleh forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kades dan tamu undangan lainnya.

Kepala BPJamsostek Madiun Honggy Dwinanda mengapresiasi dukungan dari Bupati Ony Anwar atas pelaksanaan prorgam BPJS Ketenagakerjaan selama ini di Ngawi. ‘’Pemkab Ngawi termasuk pemerintah daerah yang telah mendafatarkan seluruh perangkat desanya sebagai peserta empat program BPJamsostek. Meliputi, JKM, JHT, JP dan jaminan kecelakaan kerja,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pembunuhan Karangbanyu: Isu Cinta Segitiga Mencuat

Lebih lanjut, Honggy berharap ke depannya Pemkab Ngawi juga bersedia memberikan perlindungan jaminan sosial kepada anggota BPD dan LKD. Bahkan, bila perlu ketua RT, RW, PKK dan petugas posyandu. ‘’Sehingga kemanfaatan program BPJamsistek bisa dirasakan menyeluruh oleh para pekerja,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Ngawi Setyoningsih mengatakan penyerahan program penerimaan manfaat kepada para ahli waris peserta ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Ngawi terhadap pemdes. Selain itu, menurut dia, program BPJamsostek bermanfaat untuk menopang kehidupan sosial ekonomi para peserta termasuk di antaranya terkait santunan beasiswa.

‘’Dengan adanya program beasiswa ini, jika pekerja meninggal dunia, pendidikan anak-anak bisa terus berjalan. Sehingga mereka dapat memperbaiki kehidupan masa depan yang lebih baik,’’ kata Setyoningsih.

Perlu diketahui sampai dengan Juli 2022, BPJamsostek Ngawi telah memberikan beasiswa kepada 71 anak atau ahli waris peserta sebesar Rp 259 juta. Perinciannya, 28 anak TK dan SD, SMP 16 anak, SMA 16 anak, dan perguruan tinggi 11 anak.

Sementara manfaat prorgram yang telah disalurkan sejak Januari–Juli tahun ini meliputi JKK sebanyak 23 kasus senilai Rp 374.429.420, 61 JKM Rp 2.528.800.000, 2.044 JHT sebesar Rp 25.716.174.137, dan 523 JP Rp 405.009.740.

Sedangkan kepesertaan BPJamsostek Ngawi sampai Juli lalu tercatat sebanyak 1.084 perusahaan atau badan usaha. Dari situ jumlah tenaga kerja penerima upah (PU) ada 11.038 orang. Lalu, 2.199 pekerja bukan penerima upah (BPU) serta 8.909 tenaga kerja jasa konstruksi (Jakon). (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/