alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

DPRD Ngawi Tak Puas Realisasi PAD Sektor Reklame

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan DPRD Ngawi belum puas atas capaian retribusi dan pajak reklame tahun lalu. Kendati realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari kedua sektor itu surplus. Berdasarkan data badan keuangan (bakeu), capaian retribusi Rp 47 juta dari target Rp 40 juta. Sedangkan pajaknya dari target Rp 550 juta terealisasi Rp 643 juta.

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) meminta eksekutif melakukan pendataan secara komprehensif media promosi yang bercokol di tepi jalan protokol itu. ‘’Karena pendapatan retribusi reklame tahun lalu hanya 3,36 persen dari total PAD,’’ kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Ngawi Yuwono Kartiko, Rabu (19/1/2022).

Menurut King, sapaan akrab Yuwono Kartiko, pemungutan retribusi dan pajak harus selaras dengan kondisi di lapangan. Yakni, jumlah reklame yang aktif. Inventarisasi menjadi penting agar eksekutif dapat menentukan target riil. ‘’Tentunya pemungutan disesuaikan tarif di Perda 30/2011 tentang Pajak Reklame,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lampu Hias di Jalan Merdeka Manjakan Mata Pengunjung Alun-Alun Ngawi

Eksekutif juga diminta mengidentifikasi kemungkinan pembangunan media promosi baru untuk memaksimalkan PAD. Perangkat daerah terkait mesti aktif menawarkan space papan reklame kepada pelaku usaha. Langkah tersebut diikuti pemberian promo. ‘’Pengoptimalan retribusi lewat cara pelayanan izin yang sederhana dan mudah. Juga memberikan jaminan keamanan terhadap media reklame yang dipasang,’’ paparnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan DPRD Ngawi belum puas atas capaian retribusi dan pajak reklame tahun lalu. Kendati realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari kedua sektor itu surplus. Berdasarkan data badan keuangan (bakeu), capaian retribusi Rp 47 juta dari target Rp 40 juta. Sedangkan pajaknya dari target Rp 550 juta terealisasi Rp 643 juta.

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) meminta eksekutif melakukan pendataan secara komprehensif media promosi yang bercokol di tepi jalan protokol itu. ‘’Karena pendapatan retribusi reklame tahun lalu hanya 3,36 persen dari total PAD,’’ kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Ngawi Yuwono Kartiko, Rabu (19/1/2022).

Menurut King, sapaan akrab Yuwono Kartiko, pemungutan retribusi dan pajak harus selaras dengan kondisi di lapangan. Yakni, jumlah reklame yang aktif. Inventarisasi menjadi penting agar eksekutif dapat menentukan target riil. ‘’Tentunya pemungutan disesuaikan tarif di Perda 30/2011 tentang Pajak Reklame,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Fungsikan Bekas Puskesmas Geneng Jadi Isoter

Eksekutif juga diminta mengidentifikasi kemungkinan pembangunan media promosi baru untuk memaksimalkan PAD. Perangkat daerah terkait mesti aktif menawarkan space papan reklame kepada pelaku usaha. Langkah tersebut diikuti pemberian promo. ‘’Pengoptimalan retribusi lewat cara pelayanan izin yang sederhana dan mudah. Juga memberikan jaminan keamanan terhadap media reklame yang dipasang,’’ paparnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/