alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Omicron Mengancam, Komisi II DPRD Ngawi Desak Evaluasi Periodik PTM

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan DPRD Ngawi merisaukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen jenjang SD dan SMP sederajat. Sebab, pelaksanaannya bersamaan dengan munculnya Covid-19 varian Omicron di sejumlah daerah. Eksekutif mendesak evaluasi secara periodik kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas yang dimulai 6 Januari lalu itu.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto, sejumlah lembaga pendidikan lalai mengawal penerapan protokol kesehatan (prokes). Khususnya aktivitas peserta didik ketika berada di luar kelas. Menyadari tiadanya guru yang mengawasi, siswa saling berbaur tanpa memperhatikan jarak dan abai masker. ‘’Lembaga pendidikan yang longgar mengawasi prokes ini perlu dievaluasi,’’ katanya, Rabu (19/1/2022).

Komisi II juga meminta dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) menyiapkan strategi khusus tatkala muncul kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Misalnya, penguncian sementara (kuntara) pada lembaga pendidikan yang terdapat temuan penularan virus korona. ‘’Strategi itu lantas disimulasikan,’’ ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Baca Juga :  Ngebut, Vario Sasak Patok Jalan

Siswanto mendukung langkah pemkab mengaktifkan Rumah Sakit (RS) Mantingan dan Geneng. Manuver tersebut dilakukan ketika tiga RS rujukan penanganan Covid-19 tidak mampu menangani lonjakan kasus. Menimbang prediksi pemerintah pusat bahwa puncak persebaran Omicron terjadi Februari atau Maret nanti. ‘’Persiapan ruang perawatan dan isolasi bukan hanya meminimalkan penularan virus, tapi juga mengurangi dampak fatal,’’ tegasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan DPRD Ngawi merisaukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen jenjang SD dan SMP sederajat. Sebab, pelaksanaannya bersamaan dengan munculnya Covid-19 varian Omicron di sejumlah daerah. Eksekutif mendesak evaluasi secara periodik kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas yang dimulai 6 Januari lalu itu.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto, sejumlah lembaga pendidikan lalai mengawal penerapan protokol kesehatan (prokes). Khususnya aktivitas peserta didik ketika berada di luar kelas. Menyadari tiadanya guru yang mengawasi, siswa saling berbaur tanpa memperhatikan jarak dan abai masker. ‘’Lembaga pendidikan yang longgar mengawasi prokes ini perlu dievaluasi,’’ katanya, Rabu (19/1/2022).

Komisi II juga meminta dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) menyiapkan strategi khusus tatkala muncul kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Misalnya, penguncian sementara (kuntara) pada lembaga pendidikan yang terdapat temuan penularan virus korona. ‘’Strategi itu lantas disimulasikan,’’ ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Baca Juga :  Proyek Nasional Sekadar Daya Ungkit Ekonomi Ngawi

Siswanto mendukung langkah pemkab mengaktifkan Rumah Sakit (RS) Mantingan dan Geneng. Manuver tersebut dilakukan ketika tiga RS rujukan penanganan Covid-19 tidak mampu menangani lonjakan kasus. Menimbang prediksi pemerintah pusat bahwa puncak persebaran Omicron terjadi Februari atau Maret nanti. ‘’Persiapan ruang perawatan dan isolasi bukan hanya meminimalkan penularan virus, tapi juga mengurangi dampak fatal,’’ tegasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/