alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Sosialisasikan Pajak Bertutur ke Siswa SMK Modern Ngawi

KPP Pratama Ngawi Ajak Generasi Muda Kreatif dan Sadar Pajak

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Menyosialisasikan pajak ke wajib pajak (WP) saja sudah bikin mulut berbusa-busa. Apalagi jika mengajar pelajar. Tapi, antusiasme peserta didik membuat tim Pajak Bertutur pantang mundur. Ada banyak cara untuk menceritakan pajak dengan asyik dan tanpa memakai dasi.

Meski kelihatannya agak sulit, rupanya tim Pajak Bertutur (Patur) sukses membawakan materi pajak yang pas dicerna peserta didik. Contohnya, yang dilakukan tim dari KPP Pratama Ngawi ketika menyambangi SMK Modern Ngawi kemarin (18/8). Agar siswa tidak bosan, tim menambahkan game interaktif di sela-sela penyampaian materi sosialisasi.

TAAT PAJAK: Sosialisasi Pajak Bertutur diselingi dengan game-game interaktif. (ISTIMEWA)

Model penyampaian seperti itu diklaim cukup efektif. Pelajar mulai paham bahwa pajak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan banyak orang. Yang mana pajak datangnya dari masyarakat sendiri, digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Pembunuhan Pria di Ngawi, Kecurigaan Anak Kandung Jadi Terduga Pembunuh Menguat

Kepala KPP Pratama Ngawi Bapak Budi Hartono mengatakan Pajak Bertutur ini merupakan kegiatan mengajar tentang kesadaran pajak kepada pelajar di semua jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi (PT). Tahun ini, kegiatan Pajak Bertutur mengangkat tema generasi sadar pajak, muda berkreasi membangun negeri. ‘’Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang kreatif dan sadar pajak,’’ ujarnya.

SADAR PAJAK: Kepala KPP Pratama Ngawi Budi Hartono membuka kegiatan Pajak Bertutur di SMK Modern kemarin (18/8). (ISTIMEWA)

Menurut Budi, pengenalan pajak lebih dini penting dilakukan. Dengan harapan, ketika sudah menjadi wajib pajak (WP) mereka dapat mengerti tentang kewajibannya. Terlebih para pelajar saat ini bakal menjadi bagian dari generasi emas pada 2045. ‘Nanti ketika sudah menjadi WP tahu apa kewajibannya untuk memberikan sumbangsih kepada negara. Selain itu, agar menjadikan pajak kuat, Indonesia maju,’’ terangnya. (her/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Menyosialisasikan pajak ke wajib pajak (WP) saja sudah bikin mulut berbusa-busa. Apalagi jika mengajar pelajar. Tapi, antusiasme peserta didik membuat tim Pajak Bertutur pantang mundur. Ada banyak cara untuk menceritakan pajak dengan asyik dan tanpa memakai dasi.

Meski kelihatannya agak sulit, rupanya tim Pajak Bertutur (Patur) sukses membawakan materi pajak yang pas dicerna peserta didik. Contohnya, yang dilakukan tim dari KPP Pratama Ngawi ketika menyambangi SMK Modern Ngawi kemarin (18/8). Agar siswa tidak bosan, tim menambahkan game interaktif di sela-sela penyampaian materi sosialisasi.

TAAT PAJAK: Sosialisasi Pajak Bertutur diselingi dengan game-game interaktif. (ISTIMEWA)

Model penyampaian seperti itu diklaim cukup efektif. Pelajar mulai paham bahwa pajak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan banyak orang. Yang mana pajak datangnya dari masyarakat sendiri, digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Bekuk Persekama, Satu Kaki Persinga Sudah di 32 Besar

Kepala KPP Pratama Ngawi Bapak Budi Hartono mengatakan Pajak Bertutur ini merupakan kegiatan mengajar tentang kesadaran pajak kepada pelajar di semua jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi (PT). Tahun ini, kegiatan Pajak Bertutur mengangkat tema generasi sadar pajak, muda berkreasi membangun negeri. ‘’Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang kreatif dan sadar pajak,’’ ujarnya.

SADAR PAJAK: Kepala KPP Pratama Ngawi Budi Hartono membuka kegiatan Pajak Bertutur di SMK Modern kemarin (18/8). (ISTIMEWA)

Menurut Budi, pengenalan pajak lebih dini penting dilakukan. Dengan harapan, ketika sudah menjadi wajib pajak (WP) mereka dapat mengerti tentang kewajibannya. Terlebih para pelajar saat ini bakal menjadi bagian dari generasi emas pada 2045. ‘Nanti ketika sudah menjadi WP tahu apa kewajibannya untuk memberikan sumbangsih kepada negara. Selain itu, agar menjadikan pajak kuat, Indonesia maju,’’ terangnya. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/