alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

KPU Ngawi Dikejar Waktu Cek Validitas 30 Ribu Anggota Parpol

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tenggat proses verifikasi anggota partai politik (parpol) yang lolos pendaftaran peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 cukup singkat. Sisa waktu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi mengecek validitas sekitar 30 ribu anggota dari 20 parpol adalah 11 hari kalender. ‘’Verifikasinya telah dimulai Selasa (16/8) lalu dan harus selesai 29 Agustus nanti,’’ kata Komisioner KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat, Jumat (19/8).

KPU Ngawi harus memelototi satu per satu identitas anggota parpol yang diunggah di aplikasi. Meliputi identitas di KTP elektronik dan kartu tanda anggota (KTA) parpol. Kecermatan menjadi kunci menemukan data anggota palsu. Misalnya, di bawah umur dan berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), TNI, atau Polri. ‘’Nantinya langsung dinyatakan gugur,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wabah PMK Picu Permintaan Konsumsi Daging Sapi Turun

Ridho menyampaikan, proses verifikasi bisa jadi menemukan data ganda atau pencatutan anggota parpol lain. Temuan itu tidak langsung diputuskan gugur, melainkan belum memenuhi syarat (BMS). Pihaknya akan mengembalikan data ke parpol terkait untuk membuat surat pernyataan dan disidangkan. ‘’Kami telah menemukan beberapa data ganda,’’ ungkapnya.  

KPU Ngawi menerjunkan 10 verifikator agar tugas selesai tepat waktu. Ridho mengakui jumlah anggota parpol yang harus diperiksa validitasnya cukup banyak. Setiap parpol menyetorkan data 1.500 hingga 2.000 anggota. Sementara ambang batas kelolosan parpol minimal beranggotakan 897 orang atau seperseribu dari total penduduk Ngawi. ‘’Kami optimistis selesai, tim verifikator lembur hingga malam,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tenggat proses verifikasi anggota partai politik (parpol) yang lolos pendaftaran peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 cukup singkat. Sisa waktu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi mengecek validitas sekitar 30 ribu anggota dari 20 parpol adalah 11 hari kalender. ‘’Verifikasinya telah dimulai Selasa (16/8) lalu dan harus selesai 29 Agustus nanti,’’ kata Komisioner KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat, Jumat (19/8).

KPU Ngawi harus memelototi satu per satu identitas anggota parpol yang diunggah di aplikasi. Meliputi identitas di KTP elektronik dan kartu tanda anggota (KTA) parpol. Kecermatan menjadi kunci menemukan data anggota palsu. Misalnya, di bawah umur dan berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), TNI, atau Polri. ‘’Nantinya langsung dinyatakan gugur,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pikap Muatan Jeruk Hantam Tronton di Tol Ngawi, Sopir Tewas

Ridho menyampaikan, proses verifikasi bisa jadi menemukan data ganda atau pencatutan anggota parpol lain. Temuan itu tidak langsung diputuskan gugur, melainkan belum memenuhi syarat (BMS). Pihaknya akan mengembalikan data ke parpol terkait untuk membuat surat pernyataan dan disidangkan. ‘’Kami telah menemukan beberapa data ganda,’’ ungkapnya.  

KPU Ngawi menerjunkan 10 verifikator agar tugas selesai tepat waktu. Ridho mengakui jumlah anggota parpol yang harus diperiksa validitasnya cukup banyak. Setiap parpol menyetorkan data 1.500 hingga 2.000 anggota. Sementara ambang batas kelolosan parpol minimal beranggotakan 897 orang atau seperseribu dari total penduduk Ngawi. ‘’Kami optimistis selesai, tim verifikator lembur hingga malam,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/