alexametrics
23.1 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Pemkab Ngawi Target Habiskan 12 Ribu Dosis dalam Hitungan Hari

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Risiko kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) anak usia 6–11 tahun tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Vaksin Sinovac yang disuntikkan berpotensi memunculkan rasa nyeri pada lengan hingga demam dengan suhu di atas 37,8 derajat Celsius. ‘’Sejauh ini belum ada laporan KIPI,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Endah Pratiwi, Minggu (19/12).

Endah menyebut, stok 12 ribu dosis vaksin akan dihabiskan dalam beberapa hari ke depan. Sembari menunggu tambahan dari Pemprov Jatim. Pihaknya berupaya agar serum antikorona itu tidak terbuang sia-sia. ‘’Karena kalau kedaluwarsa bisa membahayakan,’’ ujarnya.

Dia mengklaim belum pernah ada temuan vaksin kedaluwarsa di Ngawi. Pasokan vial dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung didistribusikan ke 24 puskesmas. Sehingga tidak ada stok yang tersisa di tempat penyimpanan gudang farmasi kesehatan. ‘’Kasus expired (kedaluwarsa, Red) daerah lain biasanya minta jatahnya banyak, tapi sasarannya sulit. Kalau di Ngawi justru sebaliknya, selalu kekurangan dosis,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Juga :  UPT Terminal Kertonegoro Ngawi Siapkan Puluhan Armada Tambahan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Risiko kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) anak usia 6–11 tahun tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Vaksin Sinovac yang disuntikkan berpotensi memunculkan rasa nyeri pada lengan hingga demam dengan suhu di atas 37,8 derajat Celsius. ‘’Sejauh ini belum ada laporan KIPI,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Endah Pratiwi, Minggu (19/12).

Endah menyebut, stok 12 ribu dosis vaksin akan dihabiskan dalam beberapa hari ke depan. Sembari menunggu tambahan dari Pemprov Jatim. Pihaknya berupaya agar serum antikorona itu tidak terbuang sia-sia. ‘’Karena kalau kedaluwarsa bisa membahayakan,’’ ujarnya.

Dia mengklaim belum pernah ada temuan vaksin kedaluwarsa di Ngawi. Pasokan vial dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung didistribusikan ke 24 puskesmas. Sehingga tidak ada stok yang tersisa di tempat penyimpanan gudang farmasi kesehatan. ‘’Kasus expired (kedaluwarsa, Red) daerah lain biasanya minta jatahnya banyak, tapi sasarannya sulit. Kalau di Ngawi justru sebaliknya, selalu kekurangan dosis,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Juga :  Pemilih Milenial Lebih Tertarik Pilpres

Most Read

Artikel Terbaru

/