alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Bank Sampah Guyub Rukun Sulap Sampah Jadi Perabot-Kerajinan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – ’’Motor’’ warna oranye itu sepintas mirip Harley Davidson. Model tangki BBM-nya cembung dengan lekukan khas, roda besar, dan setang menjulang layaknya kendaraan legendaris buatan Amerika Serikat tersebut. Siapa sangka, itu hanyalah replika hasil daur ulang ban bekas karya anggota bank sampah Guyub Rukun, Dusun Soko, Desa Karangasri, Ngawi.

Ya, sudah empat tahun terakhir bank sampah Guyub Rukun aktif mendaur ulang sampah dari lingkungan sekitar. Sampah yang dikumpulkan dua pekan sekali itu disulap menjadi berbagai perabot dan kerajinan. Mulai meja, kursi, pot bunga, hingga replika motor dan mobil.

‘’Alhamdulillah kesadaran warga RT 02/RW 02 Dusun Soko tinggi sehingga lingkungan menjadi bersih sekaligus income mereka bertambah,’’ kata Syamsudin, ketua bank sampah Guyub Rukun, Sabtu (20/2).

Baca Juga :  Pemkab Madiun Pasang Kuda-Kuda Siapkan Pilkades Serentak

Dia menjelaskan, sampah dari warga ditimbang dan dicatat sebelum akhirnya dijual ke pengepul. Uang hasil penjualan ditabung di bank sampah dan baru dapat dicairkan setelah mengendap setahun. ‘’Biasanya pencairannya menjelang Ramadan atau Lebaran. Hasilnya lumayan, satu tahun warga bisa mendapat Rp 400 ribu-Rp 500 ribu,’’ ungkapnya. (mg3/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – ’’Motor’’ warna oranye itu sepintas mirip Harley Davidson. Model tangki BBM-nya cembung dengan lekukan khas, roda besar, dan setang menjulang layaknya kendaraan legendaris buatan Amerika Serikat tersebut. Siapa sangka, itu hanyalah replika hasil daur ulang ban bekas karya anggota bank sampah Guyub Rukun, Dusun Soko, Desa Karangasri, Ngawi.

Ya, sudah empat tahun terakhir bank sampah Guyub Rukun aktif mendaur ulang sampah dari lingkungan sekitar. Sampah yang dikumpulkan dua pekan sekali itu disulap menjadi berbagai perabot dan kerajinan. Mulai meja, kursi, pot bunga, hingga replika motor dan mobil.

‘’Alhamdulillah kesadaran warga RT 02/RW 02 Dusun Soko tinggi sehingga lingkungan menjadi bersih sekaligus income mereka bertambah,’’ kata Syamsudin, ketua bank sampah Guyub Rukun, Sabtu (20/2).

Baca Juga :  Tiga Hari 352 Pasien Covid-19 di Kota Madiun Sembuh

Dia menjelaskan, sampah dari warga ditimbang dan dicatat sebelum akhirnya dijual ke pengepul. Uang hasil penjualan ditabung di bank sampah dan baru dapat dicairkan setelah mengendap setahun. ‘’Biasanya pencairannya menjelang Ramadan atau Lebaran. Hasilnya lumayan, satu tahun warga bisa mendapat Rp 400 ribu-Rp 500 ribu,’’ ungkapnya. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/