alexametrics
23.5 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Polisi Terus Dalami Kasus Penganiayaan Kakak Kandung

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Aksi penganiayaan yang dilakukan DD terhadap Didik Sugianto, 35, hingga tewas masih menyisakan segudang pertanyaan di benak warga Dusun Balung Capang, Desa/Kecamatan Pangkur. Pasalnya, selama ini keduanya dikenal tidak pernah berulah yang meresahkan.

‘’Kakak adik itu orangnya baik. Juga sering kumpul dengan teman sebayanya. Makanya, banyak warga yang kaget mendengar kabar tersebut (penganiayaan berujung maut, Red),’’ kata Kepala Dusun Balung Capang Partini Minggu (19/7).

Partini menepikan faktor ekonomi di balik motif DD menganiaya kakak kandungnya sendiri. Pasalnya, Kasan, orang tua keduanya, terbilang berkecukupan. ‘’Pak Kasan itu juragan gabah dan beras. Punya dua rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 50 meter,’’ terangnya.

Awalnya warga mengaitkan kematian Didik dengan penyakit epilepsinya. Karena itu, saat hendak dibawa ke rumah sakit tidak ada yang menaruh curiga. Namun, saat jenazah hendak dimandikan mengeluarkan banyak darah. ‘’Sebenarnya dalam waktu dekat (Didik) akan melangsungkan pernikahan keempat. Tiga kali pernikahan sebelumnya gagal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Penerima PKH Tambah 8 Ribu

Kapolsek Pangkur AKP Samuji menyatakan, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pun, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa beberapa saksi. ‘’Kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres Ngawi,’’ tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat lalu (17/7) Didik tewas dengan kondisi lebam di beberapa bagian tubuhnya.  Kecurigaan bahwa Didik merupakan korban penganiayaan menguat setelah warga mendapati mulut, hidung, dan telinganya mengeluarkan darah saat jenazahnya hendak dikafani.

Beberapa saat berselang petugas mengamankan DD. Pun, hasil pemeriksaan sementara, remaja yang baru lulus SMA itu mengakui perbuatannya telah menganiaya kakak kandungnya. Pengakuan DD, dirinya kesal dengan Didik lantaran sering memukuli orang tuanya. (mg1/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Aksi penganiayaan yang dilakukan DD terhadap Didik Sugianto, 35, hingga tewas masih menyisakan segudang pertanyaan di benak warga Dusun Balung Capang, Desa/Kecamatan Pangkur. Pasalnya, selama ini keduanya dikenal tidak pernah berulah yang meresahkan.

‘’Kakak adik itu orangnya baik. Juga sering kumpul dengan teman sebayanya. Makanya, banyak warga yang kaget mendengar kabar tersebut (penganiayaan berujung maut, Red),’’ kata Kepala Dusun Balung Capang Partini Minggu (19/7).

Partini menepikan faktor ekonomi di balik motif DD menganiaya kakak kandungnya sendiri. Pasalnya, Kasan, orang tua keduanya, terbilang berkecukupan. ‘’Pak Kasan itu juragan gabah dan beras. Punya dua rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 50 meter,’’ terangnya.

Awalnya warga mengaitkan kematian Didik dengan penyakit epilepsinya. Karena itu, saat hendak dibawa ke rumah sakit tidak ada yang menaruh curiga. Namun, saat jenazah hendak dimandikan mengeluarkan banyak darah. ‘’Sebenarnya dalam waktu dekat (Didik) akan melangsungkan pernikahan keempat. Tiga kali pernikahan sebelumnya gagal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Akuisisi Aset Benteng Pendem Jalan di Tempat

Kapolsek Pangkur AKP Samuji menyatakan, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pun, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa beberapa saksi. ‘’Kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres Ngawi,’’ tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat lalu (17/7) Didik tewas dengan kondisi lebam di beberapa bagian tubuhnya.  Kecurigaan bahwa Didik merupakan korban penganiayaan menguat setelah warga mendapati mulut, hidung, dan telinganya mengeluarkan darah saat jenazahnya hendak dikafani.

Beberapa saat berselang petugas mengamankan DD. Pun, hasil pemeriksaan sementara, remaja yang baru lulus SMA itu mengakui perbuatannya telah menganiaya kakak kandungnya. Pengakuan DD, dirinya kesal dengan Didik lantaran sering memukuli orang tuanya. (mg1/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/