alexametrics
25.2 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Kenaikan UMK 2022 Ngawi Paling Buncit tapi Bukan yang Tersedikit

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Proyeksi kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Ngawi 2022 terendah dibandingkan empat daerah eks Karesidenan Madiun. Beruntungnya, besaran UMK Rp 1.960.510 yang berlaku saat ini paling tinggi dibandingkan keempat daerah itu.

Alhasil, kendati proyeksi kenaikannya paling buncit, namun usulan UMK tahun depan bukan yang tersedikit. ‘’Usulan UMK Ngawi tahun depan berada di urutan ketiga se-eks Karesidenan Madiun,’’ kata Kabid Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Wiwin Sumarti, Sabtu (20/11).

Wiwin mengantongi data proyeksi kenaikan UMK tahun depan di lima daerah Madiun Raya. Kabupaten ini terendah dengan nominal Rp 2.075. Sedangkan yang tertinggi Rp 36 ribu di Kota Madiun (selengkapnya lihat grafis). ‘’Perbedaan ini karena indikator penghitungan yang dipakai antara satu daerah dengan lainnya berbeda,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Stop! Proyek Instalasi Bedah RSUD dr Soeroto Tak Dilanjutkan 2022

Dia menegaskan, nominal proyeksi kenaikan UMK tidak bisa diubah. Sebab, penghitungannya menyesuaikan Peraturan Pemerintah (PP) 36 2021 tentang Pengupahan yang merupakan aturan turunan Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja. ‘’Nominalnya sudah final karena sesuai aturan pemerintah pusat,’’ ucapnya.

Selain itu, lanjut Wiwin, seluruh komponen dewan pengupahan menyepakati kenaikan UMK tahun depan tidak sampai Rp 3.000. Mufakat itu terucap dalam rapat yang mewakili serikat pekerja, pengusaha, dan pemkab beberapa waktu lalu. ‘’Telah memenuhi legalitas,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Proyeksi kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Ngawi 2022 terendah dibandingkan empat daerah eks Karesidenan Madiun. Beruntungnya, besaran UMK Rp 1.960.510 yang berlaku saat ini paling tinggi dibandingkan keempat daerah itu.

Alhasil, kendati proyeksi kenaikannya paling buncit, namun usulan UMK tahun depan bukan yang tersedikit. ‘’Usulan UMK Ngawi tahun depan berada di urutan ketiga se-eks Karesidenan Madiun,’’ kata Kabid Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Wiwin Sumarti, Sabtu (20/11).

Wiwin mengantongi data proyeksi kenaikan UMK tahun depan di lima daerah Madiun Raya. Kabupaten ini terendah dengan nominal Rp 2.075. Sedangkan yang tertinggi Rp 36 ribu di Kota Madiun (selengkapnya lihat grafis). ‘’Perbedaan ini karena indikator penghitungan yang dipakai antara satu daerah dengan lainnya berbeda,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Ekspedisi Celaka di Tol

Dia menegaskan, nominal proyeksi kenaikan UMK tidak bisa diubah. Sebab, penghitungannya menyesuaikan Peraturan Pemerintah (PP) 36 2021 tentang Pengupahan yang merupakan aturan turunan Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja. ‘’Nominalnya sudah final karena sesuai aturan pemerintah pusat,’’ ucapnya.

Selain itu, lanjut Wiwin, seluruh komponen dewan pengupahan menyepakati kenaikan UMK tahun depan tidak sampai Rp 3.000. Mufakat itu terucap dalam rapat yang mewakili serikat pekerja, pengusaha, dan pemkab beberapa waktu lalu. ‘’Telah memenuhi legalitas,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/