alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Demi Lindungi Padi dari Hama Tikus, Rela Keluar Modal Belasan Juta

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tidak semua petani menyikapi teror hama tikus yang menyerang lahan padi mereka dengan memasang jebakan beraliran listrik. Kasno, misalnya, memilih memagari lahan sawahnya dengan seng. Hasilnya, tanaman padinya terbebas dari serangan hewan pengerat itu.

Sebelumnya warga Jururejo, Ngawi, itu telah melakukan berbagai cara untuk melindungi tanaman padinya dari hama tikus. Mulai memagari dengan plastik hingga menyebar racun. Namun, hasilnya nihil. ‘’Plastik diterobos, racun tidak mempan, setrum juga masih banyak yang lolos,’’ ungkapnya.

Berawal dari muncul ide memagari lahan sawahnya dengan material keras yang sulit diterobos tikus hingga akhirnya menggunakan seng. ‘’Selain rapat, juga jauh lebih tahan lama dibanding plastik. Tapi, memang modalnya lebih banyak,’’ katanya.

Kasno mengaku kala itu menghabiskan biaya Rp 11 juta lebih untuk membeli seng. Material itu digunakan untuk memagari tanaman padinya di lahan seluas 3.680 meter persegi. ‘’Ketinggian sengnya 70 sentimeter. Memang masih ada tikus yang bisa melompati, tapi cuma satu-dua,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Sumur Sibel Biang Krisis Air Bersih

Berkat pagar seng itu, hasil panen padi Kasno mulai normal kembali. Pun, dari hitungannya, modal untuk membeli seng saat ini sudah balik. Bahkan, masih bisa meraup untung. ‘’Waktu pertama menggunakan seng menghasilkan 3,7 kuintal (padi), jika diuangkan sekitar Rp 17 juta,’’ ungkap Kasno.

Dia menambahkan, serangan hama tikus yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir benar-benar membuat petani frustrasi. Bahkan, sejumlah petani memilih membiarkan tanaman padinya ludes dijarah tikus. ‘’Karena sudah putus asa,’’ ucapnya. (mg1/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tidak semua petani menyikapi teror hama tikus yang menyerang lahan padi mereka dengan memasang jebakan beraliran listrik. Kasno, misalnya, memilih memagari lahan sawahnya dengan seng. Hasilnya, tanaman padinya terbebas dari serangan hewan pengerat itu.

Sebelumnya warga Jururejo, Ngawi, itu telah melakukan berbagai cara untuk melindungi tanaman padinya dari hama tikus. Mulai memagari dengan plastik hingga menyebar racun. Namun, hasilnya nihil. ‘’Plastik diterobos, racun tidak mempan, setrum juga masih banyak yang lolos,’’ ungkapnya.

Berawal dari muncul ide memagari lahan sawahnya dengan material keras yang sulit diterobos tikus hingga akhirnya menggunakan seng. ‘’Selain rapat, juga jauh lebih tahan lama dibanding plastik. Tapi, memang modalnya lebih banyak,’’ katanya.

Kasno mengaku kala itu menghabiskan biaya Rp 11 juta lebih untuk membeli seng. Material itu digunakan untuk memagari tanaman padinya di lahan seluas 3.680 meter persegi. ‘’Ketinggian sengnya 70 sentimeter. Memang masih ada tikus yang bisa melompati, tapi cuma satu-dua,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Penyebar Hoaks Bakso Daging Tikus Tak Kena Pasal

Berkat pagar seng itu, hasil panen padi Kasno mulai normal kembali. Pun, dari hitungannya, modal untuk membeli seng saat ini sudah balik. Bahkan, masih bisa meraup untung. ‘’Waktu pertama menggunakan seng menghasilkan 3,7 kuintal (padi), jika diuangkan sekitar Rp 17 juta,’’ ungkap Kasno.

Dia menambahkan, serangan hama tikus yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir benar-benar membuat petani frustrasi. Bahkan, sejumlah petani memilih membiarkan tanaman padinya ludes dijarah tikus. ‘’Karena sudah putus asa,’’ ucapnya. (mg1/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/