alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

BUMD DKI Jakarta Perpanjang Kontrak Suplai Beras dari Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) memperpanjang kontrak pemenuhan beras tahun ini. Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, BUMD DKI Jakarta itu puas dengan kerja sama tahun lalu. Kontrak tanam padi seluas 2.000 hektare menghasilkan 10 ribu ton beras. ‘’Tahun ini luasannya ditambah menjadi 4.000 hektare,’’ kata Ony, Senin (21/2).

Ony mengatakan, FSTJ bekerja sama dengan PT Daya Tani Sembada (DTS). Off taker itu punya tempat penggilingan padi di Dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng. Kerja sama yang disepakati berupa pengelolaan sistem resi gudang dan penggilingan padi. Lalu, pasokan beras ke wilayah DKI dan penyerapan hasil panen kelompok tani Sido Rukun. ‘’Ini menguntungkan Ngawi, khususnya petani,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Empat Ruas Jalan Rusak di Ngawi Dikucuri Rp 47 Miliar

Menurut bupati, petani tidak perlu bingung biaya tanam hingga panen. Sebab, prosesnya didampingi pihak DTS dan FSTJ. Selain itu, ada kepastian pembeli hasil panen. Harganya stabil Rp 4.200 per kilogram tanpa mengenal musim. ‘’Ilmu yang dikuasai petani juga meningkat,’’ tuturnya.

FSTJ juga berminat menjajaki kerja sama pada komoditi lain. Yakni, jagung dan tebu. Produktivitas keduanya cukup tinggi. ‘’Panen jagung dari lahan sekitar 9.000 hektare dan tebu 1000–1.500 hektare per tahun,’’ sebutnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) memperpanjang kontrak pemenuhan beras tahun ini. Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, BUMD DKI Jakarta itu puas dengan kerja sama tahun lalu. Kontrak tanam padi seluas 2.000 hektare menghasilkan 10 ribu ton beras. ‘’Tahun ini luasannya ditambah menjadi 4.000 hektare,’’ kata Ony, Senin (21/2).

Ony mengatakan, FSTJ bekerja sama dengan PT Daya Tani Sembada (DTS). Off taker itu punya tempat penggilingan padi di Dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng. Kerja sama yang disepakati berupa pengelolaan sistem resi gudang dan penggilingan padi. Lalu, pasokan beras ke wilayah DKI dan penyerapan hasil panen kelompok tani Sido Rukun. ‘’Ini menguntungkan Ngawi, khususnya petani,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bangun Depo Arsip, Pemkab Ngawi Harus Lakukan Penghapusan Aset

Menurut bupati, petani tidak perlu bingung biaya tanam hingga panen. Sebab, prosesnya didampingi pihak DTS dan FSTJ. Selain itu, ada kepastian pembeli hasil panen. Harganya stabil Rp 4.200 per kilogram tanpa mengenal musim. ‘’Ilmu yang dikuasai petani juga meningkat,’’ tuturnya.

FSTJ juga berminat menjajaki kerja sama pada komoditi lain. Yakni, jagung dan tebu. Produktivitas keduanya cukup tinggi. ‘’Panen jagung dari lahan sekitar 9.000 hektare dan tebu 1000–1.500 hektare per tahun,’’ sebutnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/