alexametrics
23.7 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Pencairan TPP ASN Pemkab Ngawi Tak Tuntas April

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pencairan tambahan penghasilan pegawai (TPP) ribuan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Ngawi sulit terealisasi bulan ini. Sebab, waktu pencairan TPP untuk Februari hingga April itu berdekatan dengan cuti bersama Idul Fitri 1143 H yang dimulai Jumat (29/4) nanti. ‘’Sisa waktu hanya satu pekan terlalu mepet,’’ kata Kepala Badan Keuangan (Bakeu) Ngawi Tri Pujo Handono, Kamis (21/4).

Pujo menyampaikan, persetujuan anggaran TPP 3.800 ASN dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telat. Pemerintah pusat menyetujuinya akhir Maret lalu. Sehingga pengusulan TPP dari masing-masing perangkat daerah baru diproses awal bulan ini. Pihaknya baru menyelesaikan pencairan TPP per Maret. ‘’Tidak dapat terakomodasi bulan ini karena juga harus mencairkan THR (tunjangan hari raya) dan gaji,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Seratusan Knalpot Brong Hasil Razia Jelang Nataru Dipotong-potong

Bakeu bakal mencairkan TPP untuk April pada bulan depan. Pujo mengambil sisi positif di balik penundaan tersebut. Perangkat daerah dapat mengunggah nomor rekening setiap ASN yang kini penyimpanannya dialihkan ke BPRS. ‘’Dialihkan per bulan ini,’’ ucap mantan kepala dinas sosial tersebut.

Pujo menegaskan bahwa besaran dan daftar penerima TPP sesuai ketentuan. Besaran yang diterima antara satu ASN dengan lainnya berbeda. Besar-kecilnya bergantung pada presensi, prestasi, beban kerja, dan pertimbangan kelas jabatan. ‘’Rekapitulasi disusun masing-masing perangkat daerah yang kemudian dikumpulkan ke BKPSDM (badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia),’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pencairan tambahan penghasilan pegawai (TPP) ribuan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Ngawi sulit terealisasi bulan ini. Sebab, waktu pencairan TPP untuk Februari hingga April itu berdekatan dengan cuti bersama Idul Fitri 1143 H yang dimulai Jumat (29/4) nanti. ‘’Sisa waktu hanya satu pekan terlalu mepet,’’ kata Kepala Badan Keuangan (Bakeu) Ngawi Tri Pujo Handono, Kamis (21/4).

Pujo menyampaikan, persetujuan anggaran TPP 3.800 ASN dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telat. Pemerintah pusat menyetujuinya akhir Maret lalu. Sehingga pengusulan TPP dari masing-masing perangkat daerah baru diproses awal bulan ini. Pihaknya baru menyelesaikan pencairan TPP per Maret. ‘’Tidak dapat terakomodasi bulan ini karena juga harus mencairkan THR (tunjangan hari raya) dan gaji,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Seratusan Knalpot Brong Hasil Razia Jelang Nataru Dipotong-potong

Bakeu bakal mencairkan TPP untuk April pada bulan depan. Pujo mengambil sisi positif di balik penundaan tersebut. Perangkat daerah dapat mengunggah nomor rekening setiap ASN yang kini penyimpanannya dialihkan ke BPRS. ‘’Dialihkan per bulan ini,’’ ucap mantan kepala dinas sosial tersebut.

Pujo menegaskan bahwa besaran dan daftar penerima TPP sesuai ketentuan. Besaran yang diterima antara satu ASN dengan lainnya berbeda. Besar-kecilnya bergantung pada presensi, prestasi, beban kerja, dan pertimbangan kelas jabatan. ‘’Rekapitulasi disusun masing-masing perangkat daerah yang kemudian dikumpulkan ke BKPSDM (badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia),’’ pungkasnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/