alexametrics
24.1 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Upaya Menekan Kasus Stunting Harus Libatkan Semua OPD

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Upaya menekan kasus stunting terus dilakukan Pemkab Ngawi. Salah satunya melalui pola penekanan gotong royong dengan melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) maupun stakeholder untuk menjadi orang tua asuh.

‘’Saya yakin itu bisa menjadi solusi untuk menurunkan kasus stunting di Ngawi,’’ kata Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono usai deklarasi percepatan pembangunan sanitasi permukiman dan penurunan stunting di Pendapa Wedya Graha Selasa (20/8).

Kanang mengungkapkan, percepatan penurunan stunting tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan. Melainkan harus dilakukan bersama-sama melalui penguatan komitmen daerah serta koordinasi lintas-sektor. ‘’Komitmen pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan program penurunan stunting dan perlu direncanakan dan dianggarkan di dalam dokumen perencanaan di daerah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pengawal Pesta Demokrasi Butuh Motivasi

Di tingkat desa, aparat desa diharapkan dapat berperan menggali potensi lokal untuk mendorong perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat setempat. ‘’Tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat serta pola makan gizi seimbang,’’ imbuhnya.

Dalam kegiatan kemarin, Bupati Kanang menandatangani tiga komitmen penting. Yakni, deklarasi percepatan penurunan stunting melalui gerakan Ngawi Berakting (Bersama Aksi Cegah Stunting). Juga deklarasi percepatan pembangunan sanitasi permukiman melalui program Ngawi Ramah (Ngawi Nyawiji Ngramut Limbah lan Sampah) dan Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah). Selain itu, deklarasi Pola Satu Kasih Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu, Kualitas Air Bersih, Limbah yang Aman melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). (tif/c1/isd/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Upaya menekan kasus stunting terus dilakukan Pemkab Ngawi. Salah satunya melalui pola penekanan gotong royong dengan melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) maupun stakeholder untuk menjadi orang tua asuh.

‘’Saya yakin itu bisa menjadi solusi untuk menurunkan kasus stunting di Ngawi,’’ kata Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono usai deklarasi percepatan pembangunan sanitasi permukiman dan penurunan stunting di Pendapa Wedya Graha Selasa (20/8).

Kanang mengungkapkan, percepatan penurunan stunting tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan. Melainkan harus dilakukan bersama-sama melalui penguatan komitmen daerah serta koordinasi lintas-sektor. ‘’Komitmen pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan program penurunan stunting dan perlu direncanakan dan dianggarkan di dalam dokumen perencanaan di daerah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Persinga Belum Registrasi Ulang

Di tingkat desa, aparat desa diharapkan dapat berperan menggali potensi lokal untuk mendorong perbaikan gizi melalui pemberdayaan masyarakat setempat. ‘’Tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat serta pola makan gizi seimbang,’’ imbuhnya.

Dalam kegiatan kemarin, Bupati Kanang menandatangani tiga komitmen penting. Yakni, deklarasi percepatan penurunan stunting melalui gerakan Ngawi Berakting (Bersama Aksi Cegah Stunting). Juga deklarasi percepatan pembangunan sanitasi permukiman melalui program Ngawi Ramah (Ngawi Nyawiji Ngramut Limbah lan Sampah) dan Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah). Selain itu, deklarasi Pola Satu Kasih Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu, Kualitas Air Bersih, Limbah yang Aman melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). (tif/c1/isd/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/