alexametrics
25.6 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Para Cyclist Apresiasi Event Jamus 100 Km

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Jamus 100 Km yang digelar Sabtu lalu (19/10) memberikan kesan manis bagi para cyclist. Mulai rutenya yang menantang hingga penyelenggaraannya yang rapi. ‘’Sangat menantang rutenya, terutama untuk KoM (king of mountain, Red),’’ ujar Projo Waseso, atlet balap sepeda nasional yang hadir sebagai guest star.

Menurut cyclist asal Sidoarjo itu, rute KoM Jamus 100 Km terbilang berat. Maklum, Projo dikenal sebagai atlet balap sepeda spesialis sprinter. ‘’Antusiasme masyarakat juga bagus sekali. Itu yang bikin saya makin bersemangat,’’ ungkapnya sembari menyebut tahun depan siap berpartisipasi lagi.

Kesan positif tentang Jamus 100 Km juga dilontarkan Asril Kurniadi, cyclist AASoS Surabaya. Peraih juara III kategori 46-50 tahun itu menilai penyelenggaraan event cycling yang digelar Pemkab Ngawi bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madiun itu bagus dan rapi. ‘’Lancar tanpa kendala,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hari-Hari Wilis Palupisari Tak Pernah Dilewatkan dengan J-Song

Meski berhasil meraih podium ketiga, pria yang akrab disapa Abah Asril itu menganggap faktor luck. Sebab, 100 meter menjelang finis, cyclist di depannya mengalami trouble. ‘’Tempatnya bagus, meskipun tanjakannya benar-benar menyiksa,’’ tuturnya.

Sementara itu, Maria Dea dari RBCS PVR Solo menilai penyelenggaraan Jamus 100 Km secara umum berlangsung baik, meski belum bisa dibilang sempurna. ‘’Di beberapa titik jalan kondisinya berlubang dan nggronjal. Tapi, overall event-nya bagus dan gayeng seperti biasanya,’’ kata peraih juara II kategori women open ini.

Jamus 100 Km diikuti 157 cyclist dari 30 kabupaten/kota di Indonesia. Mereka terbagi dalam sepuluh kategori. Sedangkan total klub yang berpartisipasi di ajang bergengsi tersebut sekitar 40. (tif/c1/isd)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Jamus 100 Km yang digelar Sabtu lalu (19/10) memberikan kesan manis bagi para cyclist. Mulai rutenya yang menantang hingga penyelenggaraannya yang rapi. ‘’Sangat menantang rutenya, terutama untuk KoM (king of mountain, Red),’’ ujar Projo Waseso, atlet balap sepeda nasional yang hadir sebagai guest star.

Menurut cyclist asal Sidoarjo itu, rute KoM Jamus 100 Km terbilang berat. Maklum, Projo dikenal sebagai atlet balap sepeda spesialis sprinter. ‘’Antusiasme masyarakat juga bagus sekali. Itu yang bikin saya makin bersemangat,’’ ungkapnya sembari menyebut tahun depan siap berpartisipasi lagi.

Kesan positif tentang Jamus 100 Km juga dilontarkan Asril Kurniadi, cyclist AASoS Surabaya. Peraih juara III kategori 46-50 tahun itu menilai penyelenggaraan event cycling yang digelar Pemkab Ngawi bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madiun itu bagus dan rapi. ‘’Lancar tanpa kendala,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Diva Oktaviana Masuk Lingkaran Payukani

Meski berhasil meraih podium ketiga, pria yang akrab disapa Abah Asril itu menganggap faktor luck. Sebab, 100 meter menjelang finis, cyclist di depannya mengalami trouble. ‘’Tempatnya bagus, meskipun tanjakannya benar-benar menyiksa,’’ tuturnya.

Sementara itu, Maria Dea dari RBCS PVR Solo menilai penyelenggaraan Jamus 100 Km secara umum berlangsung baik, meski belum bisa dibilang sempurna. ‘’Di beberapa titik jalan kondisinya berlubang dan nggronjal. Tapi, overall event-nya bagus dan gayeng seperti biasanya,’’ kata peraih juara II kategori women open ini.

Jamus 100 Km diikuti 157 cyclist dari 30 kabupaten/kota di Indonesia. Mereka terbagi dalam sepuluh kategori. Sedangkan total klub yang berpartisipasi di ajang bergengsi tersebut sekitar 40. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/