alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Desain Ulang Tenda Membran Alun-Alun Merdeka Ngawi Jika Dibongkar

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Keberadaan tenda membran di tiga fasilitas umum (fasum) Alun-Alun Merdeka, Ngawi, terancam tinggal riwayat. Dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) membuka peluang membongkar konstruksi tenda peneduh lapangan futsal, lapangan tenis, serta amfiteater itu.

Kendati pembongkaran tiang pancang sebagaimana usulan komisi III DPRD itu bukan lantaran tiadanya niatan memperbaiki. Melainkan penggunaan membran yang dipandang kurang cocok terhadap cuaca kabupaten ini. ‘’Potensi bencana angin kencang yang cukup tinggi membuat atap membran sering rusak,’’ kata Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana, Rabu (20/10).

Rudi mengungkapkan, alasan penggunaan tenda membran karena dirasa lebih eco-green. Belakangan pihaknya menyadari bahwa wilayah Ngawi kota kerap diterjang angin kencang. Konsep penggunaan produk ramah lingkungan itu ternyata tidak cocok dengan kondisi cuaca.
Sebaliknya, Rudi mengatakan tenda membran tiga fasum boleh saja dibongkar. Namun, perlu diikuti perbaikan yang mengharuskan desain ulang. ‘’Perlu didiskusikan atap yang paling cocok dengan kondisi maupun potensi bencana hidrometeorologi di Ngawi,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Juga :  Insentif Nakes Selama Enam Bulan Macet

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Keberadaan tenda membran di tiga fasilitas umum (fasum) Alun-Alun Merdeka, Ngawi, terancam tinggal riwayat. Dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) membuka peluang membongkar konstruksi tenda peneduh lapangan futsal, lapangan tenis, serta amfiteater itu.

Kendati pembongkaran tiang pancang sebagaimana usulan komisi III DPRD itu bukan lantaran tiadanya niatan memperbaiki. Melainkan penggunaan membran yang dipandang kurang cocok terhadap cuaca kabupaten ini. ‘’Potensi bencana angin kencang yang cukup tinggi membuat atap membran sering rusak,’’ kata Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana, Rabu (20/10).

Rudi mengungkapkan, alasan penggunaan tenda membran karena dirasa lebih eco-green. Belakangan pihaknya menyadari bahwa wilayah Ngawi kota kerap diterjang angin kencang. Konsep penggunaan produk ramah lingkungan itu ternyata tidak cocok dengan kondisi cuaca.
Sebaliknya, Rudi mengatakan tenda membran tiga fasum boleh saja dibongkar. Namun, perlu diikuti perbaikan yang mengharuskan desain ulang. ‘’Perlu didiskusikan atap yang paling cocok dengan kondisi maupun potensi bencana hidrometeorologi di Ngawi,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Juga :  Jarah Kayu Hutan, Tepergok Petugas

Most Read

Artikel Terbaru

/