alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Sejumlah Bangunan di Kandangan Jadi Sarang Pasangan Kumpul Kebo?

NGAWI – Keberadaan sejumlah bangunan di sebelah timur perempatan Kandangan dikeluhkan warga setempat. Sebab, diduga kerap dihuni pasangan tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo. Pengaduan pun dilayangkan kepada satpol PP.

‘’Sudah kami cek langsung ke lapangan dan memang yang tinggal di situ hampir semuanya bukan pasangan yang sah,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono kemarin (21/2).

Dari pendataan satpol PP kemarin, diketahui ada sembilan bangunan menyerupai rumah namun tidak begitu besar ukurannya. Bangunan-bangunan itu tersusun membentuk letter U. Bagian depan digunakan untuk toko dan warung, sedangkan yang belakang difungsikan layaknya hunian. ‘’Sebagian besar yang tinggal di situ bukan warga asli desa setempat, meskipun masih wilayah Ngawi,’’ bebernya.

Jika benar digunakan untuk hunian, lanjut dia, dipastikan tidak sesuai dengan peruntukannya. Informasi yang diterima Arif, bangunan tersebut sebenarnya merupakan tempat relokasi eks pedagang kaki lima (PKL) terminal lama. ‘’Seharusnya bukan untuk hunian, melainkan usaha. Tapi kami belum bisa menindaknya, karena belum cukup bukti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Ring Road Terganjal

Satpol PP juga akan menelisik status kepemilikan sejumlah bangunan tersebut. Terkait hal itu, kata Arif, pihaknya akan melakukan kroscek kepada dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) serta badan pendapatan pengelolaan keuangan dan aset (BPPKA)  setempat.

‘’Informasinya lahan itu milik daerah, tapi yang bangun dulu DPUPR,’’ paparnya. ‘’Yang jelas, keberadaan bangunan itu harus dikembalikan lagi ke fungsi awalnya. Apalagi, jika benar milik pemkab yang diperuntukkan bagi para PKL,’’ imbuh Arif. (tif/c1/isd)

NGAWI – Keberadaan sejumlah bangunan di sebelah timur perempatan Kandangan dikeluhkan warga setempat. Sebab, diduga kerap dihuni pasangan tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo. Pengaduan pun dilayangkan kepada satpol PP.

‘’Sudah kami cek langsung ke lapangan dan memang yang tinggal di situ hampir semuanya bukan pasangan yang sah,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono kemarin (21/2).

Dari pendataan satpol PP kemarin, diketahui ada sembilan bangunan menyerupai rumah namun tidak begitu besar ukurannya. Bangunan-bangunan itu tersusun membentuk letter U. Bagian depan digunakan untuk toko dan warung, sedangkan yang belakang difungsikan layaknya hunian. ‘’Sebagian besar yang tinggal di situ bukan warga asli desa setempat, meskipun masih wilayah Ngawi,’’ bebernya.

Jika benar digunakan untuk hunian, lanjut dia, dipastikan tidak sesuai dengan peruntukannya. Informasi yang diterima Arif, bangunan tersebut sebenarnya merupakan tempat relokasi eks pedagang kaki lima (PKL) terminal lama. ‘’Seharusnya bukan untuk hunian, melainkan usaha. Tapi kami belum bisa menindaknya, karena belum cukup bukti,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Seniman Ludruk Desak Gelar Pertunjukan

Satpol PP juga akan menelisik status kepemilikan sejumlah bangunan tersebut. Terkait hal itu, kata Arif, pihaknya akan melakukan kroscek kepada dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) serta badan pendapatan pengelolaan keuangan dan aset (BPPKA)  setempat.

‘’Informasinya lahan itu milik daerah, tapi yang bangun dulu DPUPR,’’ paparnya. ‘’Yang jelas, keberadaan bangunan itu harus dikembalikan lagi ke fungsi awalnya. Apalagi, jika benar milik pemkab yang diperuntukkan bagi para PKL,’’ imbuh Arif. (tif/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/