alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Ngaku Mau Melamar, Pria Ini Kemudian Embat HP Ibu Ceweknya

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan mudah memercayai kenalan dari media sosial agar kejadian yang menimpa Nike Yuli, 27, ini tidak terulang. Warga Desa Kersoharjo, Geneng, Ngawi, itu menjadi korban penipuan Rudi Yanto asal Kendal, Jawa Tengah.

Pria 37 tahun itu mencuri satu unit handphone (HP) milik Sri Nanik, ibu korban, kala mengunjungi rumahnya 6 Februari lalu. Kunjungan dengan alasan ingin mempersunting korban itu hanya tipu muslihat berbuat kejahatan.

Sebulan kemudian, Rudi menemui korban yang sedang sakit di rumah. Warga setempat yang mengetahui kabar kejahatannya lantas menangkap pelaku. Penangkapan 15 Maret lalu itu didampingi polisi yang tinggal di desa setempat. ‘’Korban dan pelaku berkenalan melalui Facebook Januari lalu,’’ kata Kapolsek Geneng AKP Farid Sudharta kemarin (21/3).

Farid mengungkapkan, Rudi mengaku sebagai pengusaha bakso di Jakarta. Padahal sebenarnya bekerja serabutan di ibu kota. Hubungan yang intens berujung pada niatan Rudi melamar Nike. Pelaku menginap selama tiga hari di rumah korban. ‘’Ibu korban mengira pelaku benar-benar akan melamar sampai dimasakkan banyak makanan dibantu tetangga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  DBD Mewabah, Tujuh Warga Masuk Rumah Sakit Bersamaan

Pada hari lamaran, keluarga Rudi tidak kunjung datang. Pelaku berbohong mobil rombongan sudah sampai di Terminal Kertonegoro. Saudara korban lantas mengantar Rudi ke terminal untuk menjemput. Namun, sesampainya di terminal, pelaku menyampaikan bahwa salah satu mobil rombongan sudah melintas. Lalu, meminta pengantar untuk pulang. Sedangkan pelaku menunggu mobil lainnya. ‘’Nah, ketika saudara korban pulang, pelaku kabur kembali ke Jakarta,’’ beber Kapolsek.

Farid mengatakan, Nike baru menyadari menjadi korban penipuan ketika tahu HP ibunya hilang. Hasil pemeriksaan Rudi, pencurian dilakukan saat Nike dan sang ibu sedang di dapur. HP diambil dari kamar Nike. ‘’HP dijual Rp 400 ribu untuk membeli baju, makan, dan minum,’’ ungkapnya sembari menyebut pelaku dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal pidana penjara lima tahun. (tr1/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan mudah memercayai kenalan dari media sosial agar kejadian yang menimpa Nike Yuli, 27, ini tidak terulang. Warga Desa Kersoharjo, Geneng, Ngawi, itu menjadi korban penipuan Rudi Yanto asal Kendal, Jawa Tengah.

Pria 37 tahun itu mencuri satu unit handphone (HP) milik Sri Nanik, ibu korban, kala mengunjungi rumahnya 6 Februari lalu. Kunjungan dengan alasan ingin mempersunting korban itu hanya tipu muslihat berbuat kejahatan.

Sebulan kemudian, Rudi menemui korban yang sedang sakit di rumah. Warga setempat yang mengetahui kabar kejahatannya lantas menangkap pelaku. Penangkapan 15 Maret lalu itu didampingi polisi yang tinggal di desa setempat. ‘’Korban dan pelaku berkenalan melalui Facebook Januari lalu,’’ kata Kapolsek Geneng AKP Farid Sudharta kemarin (21/3).

Farid mengungkapkan, Rudi mengaku sebagai pengusaha bakso di Jakarta. Padahal sebenarnya bekerja serabutan di ibu kota. Hubungan yang intens berujung pada niatan Rudi melamar Nike. Pelaku menginap selama tiga hari di rumah korban. ‘’Ibu korban mengira pelaku benar-benar akan melamar sampai dimasakkan banyak makanan dibantu tetangga,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Saliyem, Calon Jamaah Haji Tertua asal Ngawi

Pada hari lamaran, keluarga Rudi tidak kunjung datang. Pelaku berbohong mobil rombongan sudah sampai di Terminal Kertonegoro. Saudara korban lantas mengantar Rudi ke terminal untuk menjemput. Namun, sesampainya di terminal, pelaku menyampaikan bahwa salah satu mobil rombongan sudah melintas. Lalu, meminta pengantar untuk pulang. Sedangkan pelaku menunggu mobil lainnya. ‘’Nah, ketika saudara korban pulang, pelaku kabur kembali ke Jakarta,’’ beber Kapolsek.

Farid mengatakan, Nike baru menyadari menjadi korban penipuan ketika tahu HP ibunya hilang. Hasil pemeriksaan Rudi, pencurian dilakukan saat Nike dan sang ibu sedang di dapur. HP diambil dari kamar Nike. ‘’HP dijual Rp 400 ribu untuk membeli baju, makan, dan minum,’’ ungkapnya sembari menyebut pelaku dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal pidana penjara lima tahun. (tr1/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/