alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Bupati Ngawi: Tidak Ada KLB PMK, Belum Perlu Tutup Pasar Hewan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membuang jauh gagasan menutup pasar hewan. Menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah di Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir. Langkah bijak sementara ini menutup akses masuk hewan ternak hingga bahan pangan dari daerah episentrum. ‘’Selama belum ada outbreak (kejadian luar biasa, Red), pasar hewan tidak akan ditutup,’’ kata Ony.

Ony menerangkan, pasar hewan termasuk bagian dari pusat perekenomian. Rentan memicu gangguan ekonomi di masyarakat seandainya dilakukan penguncian sementara (kuntara). Pihaknya tidak ingin hal tersebut terjadi. Seiring upaya menggencarkan pemulihan ekonomi pasca dihempas pandemi Covid-19. ‘’Langkah yang diambil dengan pencegahan secara maksimal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Delapan Desa di Ngawi Terdampak Proyek Tol Ngaroban

Bupati telah menerbitkan instruksi 188/1/404.101.2/2022 tentang Kewaspadaan dini PMK. Hewan ternak dari daerah terjangkit atau suspect PMK dilarang masuk ke 11 pasar hewan. Pun, produk ternak hingga bahan pangannya. Selain itu, pemkab juga akan melakukan skrining terhadap hewan ternak warga Ngawi. Sebab sebagian warga membeli sapi atau kambing tidak melalui pasar hewan. ‘’Kalau ternyata terjangkit PMK, bisa saja menjadi wabah,’’ ujarnya.

Ony mengimbau peternak segera melapor seandainya hewan ternaknya mengalami gejala klinis PMK. Kebersihan kandang dan lingkungan sekitar harus dijaga dengan penyemprotan disinfektan. ‘’Kami sediakan obat-obatan dan vitamin untuk hewan ternak,’’ ucapnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membuang jauh gagasan menutup pasar hewan. Menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah di Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir. Langkah bijak sementara ini menutup akses masuk hewan ternak hingga bahan pangan dari daerah episentrum. ‘’Selama belum ada outbreak (kejadian luar biasa, Red), pasar hewan tidak akan ditutup,’’ kata Ony.

Ony menerangkan, pasar hewan termasuk bagian dari pusat perekenomian. Rentan memicu gangguan ekonomi di masyarakat seandainya dilakukan penguncian sementara (kuntara). Pihaknya tidak ingin hal tersebut terjadi. Seiring upaya menggencarkan pemulihan ekonomi pasca dihempas pandemi Covid-19. ‘’Langkah yang diambil dengan pencegahan secara maksimal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bisnis Hotel di Ngawi Selama Lebaran, Ramai Tiga Hari, lalu Sepi Lagi

Bupati telah menerbitkan instruksi 188/1/404.101.2/2022 tentang Kewaspadaan dini PMK. Hewan ternak dari daerah terjangkit atau suspect PMK dilarang masuk ke 11 pasar hewan. Pun, produk ternak hingga bahan pangannya. Selain itu, pemkab juga akan melakukan skrining terhadap hewan ternak warga Ngawi. Sebab sebagian warga membeli sapi atau kambing tidak melalui pasar hewan. ‘’Kalau ternyata terjangkit PMK, bisa saja menjadi wabah,’’ ujarnya.

Ony mengimbau peternak segera melapor seandainya hewan ternaknya mengalami gejala klinis PMK. Kebersihan kandang dan lingkungan sekitar harus dijaga dengan penyemprotan disinfektan. ‘’Kami sediakan obat-obatan dan vitamin untuk hewan ternak,’’ ucapnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/