alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

DPUPR Ngawi Disuntik Duit Rp 37,5 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Rusak

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi banyak kegiatan di pengujung tahun ini. Setelah menerima suntikan dana Rp 35,7 miliar untuk perbaikan jalan di perubahan APBD (P-APBD) 2022. ‘’Dialokasikan untuk 11 paket perbaikan,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi Rachmat Fitrianto, Kamis (22/9).

Rachmat mengatakan, duit Rp 35,7 miliar dibagi untuk dua jenis perbaikan. Sebanyak Rp 34,4 miliar di antaranya untuk perbaikan sembilan ruas jalan rusak ringan hingga berat. Sisanya untuk perbaikan saluran air di perempatan Simo, Kendal, dan Jalan Raden Patah, Ketanggi, Ngawi. ‘’Sebelas paket pekerjaan itu sudah masuk lelang,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, lelang dini dilakukan karena target pengerjaannya 75 hari kalender. Keterlambatan dapat memengaruhi tidak selesainya pengerjaan Desember nanti. Apalagi, perbaikan jalan bukan sekadar pemeliharaan berkala, melainkan juga peningkatan mutu jalan. ‘’Ada yang dipaving, diaspal, dan dibeton,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Stok Migor Tak Pasti, Sosialisasi Operasi Pasar Mepet

Di APBD induk, DPUPR mendapat alokasi Rp 78 miliar untuk memperbaiki 10 ruas jalan sepanjang 32 kilometer. Dengan tambahan di P-APBD, duit untuk meningkatkan kualitas pendukung transportasi Rp 112,4 miliar. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi banyak kegiatan di pengujung tahun ini. Setelah menerima suntikan dana Rp 35,7 miliar untuk perbaikan jalan di perubahan APBD (P-APBD) 2022. ‘’Dialokasikan untuk 11 paket perbaikan,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi Rachmat Fitrianto, Kamis (22/9).

Rachmat mengatakan, duit Rp 35,7 miliar dibagi untuk dua jenis perbaikan. Sebanyak Rp 34,4 miliar di antaranya untuk perbaikan sembilan ruas jalan rusak ringan hingga berat. Sisanya untuk perbaikan saluran air di perempatan Simo, Kendal, dan Jalan Raden Patah, Ketanggi, Ngawi. ‘’Sebelas paket pekerjaan itu sudah masuk lelang,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, lelang dini dilakukan karena target pengerjaannya 75 hari kalender. Keterlambatan dapat memengaruhi tidak selesainya pengerjaan Desember nanti. Apalagi, perbaikan jalan bukan sekadar pemeliharaan berkala, melainkan juga peningkatan mutu jalan. ‘’Ada yang dipaving, diaspal, dan dibeton,’’ tuturnya.

Baca Juga :  DPUPR Pacitan Garap Belasan Proyek Fisik, Mayoritas Perbaikan Jalan

Di APBD induk, DPUPR mendapat alokasi Rp 78 miliar untuk memperbaiki 10 ruas jalan sepanjang 32 kilometer. Dengan tambahan di P-APBD, duit untuk meningkatkan kualitas pendukung transportasi Rp 112,4 miliar. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/