alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Dugaan Pungli Mencuat di Terminal Kertonegoro 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di Terminal Kertonegoro. Paguyuban Mikromini Lawu Indah mengeluhkan bahwa para sopir minibus ditarik uang saat masuk ke terminal tipe A itu. ‘’Setiap masuk terminal ditarik Rp 2.000. Lalu, ada tarikan tambahan ketika menaikkan penumpang,’’ kata Ketua Paguyuban Mikromini Lawu Indah Sigit Suyaryadi, Kamis (22/9).

Menurut Sigit, pelaku pungli merupakan mandor yang biasa mencarikan penumpang untuk bus. Anggotanya sejatinya tidak mempermasalahkan tarikan uang dengan catatan menyadari situasi dan kondisi. Para sopir minibus rute Ngawi–Simo dan Ngawi–Ngrambe rela memberikan duit bila hanya sekali atau dua kali. Selain itu, mandor benar-benar bekerja membawakan penumpang. ‘’Masalahnya, tidak membawakan penumpang, tapi selalu minta tarikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ramai Pemudik, Harga Tiket Bus Malam Dinaikkan

Kepala Terminal Kertonegoro Ali Imron mengaku telah menerima laporan pungli dari dinas perhubungan (dishub). Perangkat daerah itu menerima aduan dari Paguyuban Mikromini Lawu Indah. Hasil penelusuran, orang yang menarik uang ke sopir merupakan mandor penumpang bus, bukan anak buahnya. ‘’Kegiatan mencarikan penumpang sudah ada selama puluhan tahun,’’ ucapnya.

Imron mengatakan, mandor yang menarik uang dari sopir minibus terbilang orang baru. Sehingga ada kemungkinan persoalan ini sebatas miskomunikasi. Pihaknya meminta yang bersangkutan menyelesaikan urusan itu dengan Paguyuban Mikromini Lawu Indah. ‘’Kami meminta untuk tidak bekerja lebih dulu sebelum persoalannya beres,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di Terminal Kertonegoro. Paguyuban Mikromini Lawu Indah mengeluhkan bahwa para sopir minibus ditarik uang saat masuk ke terminal tipe A itu. ‘’Setiap masuk terminal ditarik Rp 2.000. Lalu, ada tarikan tambahan ketika menaikkan penumpang,’’ kata Ketua Paguyuban Mikromini Lawu Indah Sigit Suyaryadi, Kamis (22/9).

Menurut Sigit, pelaku pungli merupakan mandor yang biasa mencarikan penumpang untuk bus. Anggotanya sejatinya tidak mempermasalahkan tarikan uang dengan catatan menyadari situasi dan kondisi. Para sopir minibus rute Ngawi–Simo dan Ngawi–Ngrambe rela memberikan duit bila hanya sekali atau dua kali. Selain itu, mandor benar-benar bekerja membawakan penumpang. ‘’Masalahnya, tidak membawakan penumpang, tapi selalu minta tarikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Realisasi Vaksinasi Ngawi Masuk PPKM Level 1

Kepala Terminal Kertonegoro Ali Imron mengaku telah menerima laporan pungli dari dinas perhubungan (dishub). Perangkat daerah itu menerima aduan dari Paguyuban Mikromini Lawu Indah. Hasil penelusuran, orang yang menarik uang ke sopir merupakan mandor penumpang bus, bukan anak buahnya. ‘’Kegiatan mencarikan penumpang sudah ada selama puluhan tahun,’’ ucapnya.

Imron mengatakan, mandor yang menarik uang dari sopir minibus terbilang orang baru. Sehingga ada kemungkinan persoalan ini sebatas miskomunikasi. Pihaknya meminta yang bersangkutan menyelesaikan urusan itu dengan Paguyuban Mikromini Lawu Indah. ‘’Kami meminta untuk tidak bekerja lebih dulu sebelum persoalannya beres,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/