23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

DPRD Ngawi Soroti Insiden Pohon Tumbang yang Menewaskan Pemotor

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ada cerita pilu di balik bencana alam di Ngawi akhir pekan lalu. Dua pengendara bermotor tewas setelah menabrak sebuah pohon trembesi yang tumbang karena angin kencang. Tempat kejadian perkara (TKP)-nya Jalan Raya Jogorogo-Paron masuk Desa Soco, Jogorogo.

Peristiwa itu diungkit Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Raperda APBD 2023, Senin (21/11). ‘’Kami sangat prihatin,’’ kata Ketua Fraksi PKS DPRD Ngawi Hanani Muharomah.

Peristiwa yang menewaskan Suharno, 22, warga Desa Soco, dan Siti Rukayah, 35, yang tinggal di Desa Jambangan, Paron, terjadi Jumat (18/11) malam. Diawali Suharno yang memboncengkan istrinya Indah Regiani, 22, mengendarai motor Honda Beat bernopol AE 6961 LN. Keduanya melaju dalam kondisi hujan deras dari arah Jogorogo.

Menjelang tempat kejadian perkara (TKP), sebuah pohon trembesi di pinggir jalan tumbang ke arah badan jalan. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tidak terhindarkan. Selang beberapa saat, Siti yang mengendarai Beat AE 6275 JAF melaju dari arah sama juga menabrak pohon itu. Dia memboncengkan Kayati, 57, dan Diva, 4.

Baca Juga :  Maju Mundur Relaksasi Acara Seni Skala Besar

Hanani menyampaikan bahwa pemkab harus melakukan langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terulang. Dia menyadari wilayah kabupaten ini yang cukup luas membuat sejumlah area tidak tersentuh program dan kegiatan. ‘’Tapi setidaknya ada ikhtiar nyata dan manajemen mitigasi bencana yang lebih baik lagi,’’  tuturnya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, peristiwa di Soco membuat pihaknya mengevaluasi pepohonan di pinggir jalan. Khususnya pohon besar yang berpotensi tumbang bakal ditebang. ‘’Ditebang lalu diganti vegetasi baru yang lebih kuat,’’  ujarnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ada cerita pilu di balik bencana alam di Ngawi akhir pekan lalu. Dua pengendara bermotor tewas setelah menabrak sebuah pohon trembesi yang tumbang karena angin kencang. Tempat kejadian perkara (TKP)-nya Jalan Raya Jogorogo-Paron masuk Desa Soco, Jogorogo.

Peristiwa itu diungkit Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Raperda APBD 2023, Senin (21/11). ‘’Kami sangat prihatin,’’ kata Ketua Fraksi PKS DPRD Ngawi Hanani Muharomah.

Peristiwa yang menewaskan Suharno, 22, warga Desa Soco, dan Siti Rukayah, 35, yang tinggal di Desa Jambangan, Paron, terjadi Jumat (18/11) malam. Diawali Suharno yang memboncengkan istrinya Indah Regiani, 22, mengendarai motor Honda Beat bernopol AE 6961 LN. Keduanya melaju dalam kondisi hujan deras dari arah Jogorogo.

Menjelang tempat kejadian perkara (TKP), sebuah pohon trembesi di pinggir jalan tumbang ke arah badan jalan. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tidak terhindarkan. Selang beberapa saat, Siti yang mengendarai Beat AE 6275 JAF melaju dari arah sama juga menabrak pohon itu. Dia memboncengkan Kayati, 57, dan Diva, 4.

Baca Juga :  Kabel Fiber Optik Depan DPRD Ngawi Kendor, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Hanani menyampaikan bahwa pemkab harus melakukan langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terulang. Dia menyadari wilayah kabupaten ini yang cukup luas membuat sejumlah area tidak tersentuh program dan kegiatan. ‘’Tapi setidaknya ada ikhtiar nyata dan manajemen mitigasi bencana yang lebih baik lagi,’’  tuturnya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, peristiwa di Soco membuat pihaknya mengevaluasi pepohonan di pinggir jalan. Khususnya pohon besar yang berpotensi tumbang bakal ditebang. ‘’Ditebang lalu diganti vegetasi baru yang lebih kuat,’’  ujarnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru