23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

KPU Pilih 651 Orang Jadi PPS

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – KPU Ngawi telah menentukan pilihan terbaik orang-orang yang akan menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hasil akhir rangkaian seleksi mulai verifikasi administrasi, tes tertulis computer assisted test (CAT), dan tes wawancara sejak 18 Desember mengerucut pada 651 orang.

Mereka bakal disebar ke 217 desa atau kelurahan. ‘’Sudah kami umumkan tiap desa atau kelurahan nanti ada tiga PPS,’’ kata Divisi Teknis KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat kemarin (22/1).

Ridho mengatakan, setelah dilantik mereka langsung tancap gas melakukan beberapa tahapan pemilu 2024 yang mulai dilakukan. Yakni melakukan rekrutmen untuk petugas pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pada Pemilu tahun 2024.

Petugas pemutakhiran data pemilih atau yang sering disebut (Pantarlih) itu bakal melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih. Pendaftaran dan pemutakhiran data guna menetapkan data pemilih tetap (DPT). ‘Pantarlih setiap desa satu, yang membentuk PPS,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Jajaki Kerja Sama dengan Unesa, Tim Teknis Bahas Studi Kelayakan

Selain itu, mereka juga melakukan pemetaan tempat pemungutan suara (TPS). Diperkirakan Ngawi nantinya mendapatkan jatah 2.800 TPS. Pemetaan tersebut untuk mengunci jumlah TPS di setiap desanya. ‘’Nah, itu perlu dipetakan untuk masing-masing desa mendapat jatah lokasi berapa,’’ terangnya.

Mereka juga membantu proses verifikasi faktual pada pendukung pencalonan dewan perwakilan daerah (DPD) Jawa Timur pada Februari mendatangProses saat ini masih verifikasi administrasi perbaikan. Sebab dari 13 bakal calon DPD yang memiliki dukungan dari Ngawi nyaris tidak ada 50 persen yang memenuhi syarat. ‘’Sehingga harus ada perbaikan data pendukung,’’ pungkasnya. (sae/kid)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – KPU Ngawi telah menentukan pilihan terbaik orang-orang yang akan menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hasil akhir rangkaian seleksi mulai verifikasi administrasi, tes tertulis computer assisted test (CAT), dan tes wawancara sejak 18 Desember mengerucut pada 651 orang.

Mereka bakal disebar ke 217 desa atau kelurahan. ‘’Sudah kami umumkan tiap desa atau kelurahan nanti ada tiga PPS,’’ kata Divisi Teknis KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat kemarin (22/1).

Ridho mengatakan, setelah dilantik mereka langsung tancap gas melakukan beberapa tahapan pemilu 2024 yang mulai dilakukan. Yakni melakukan rekrutmen untuk petugas pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pada Pemilu tahun 2024.

Petugas pemutakhiran data pemilih atau yang sering disebut (Pantarlih) itu bakal melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih. Pendaftaran dan pemutakhiran data guna menetapkan data pemilih tetap (DPT). ‘Pantarlih setiap desa satu, yang membentuk PPS,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ony Belum Teken Perbup PPDB, Sosialisasi Digelar Tanpa Legalitas

Selain itu, mereka juga melakukan pemetaan tempat pemungutan suara (TPS). Diperkirakan Ngawi nantinya mendapatkan jatah 2.800 TPS. Pemetaan tersebut untuk mengunci jumlah TPS di setiap desanya. ‘’Nah, itu perlu dipetakan untuk masing-masing desa mendapat jatah lokasi berapa,’’ terangnya.

Mereka juga membantu proses verifikasi faktual pada pendukung pencalonan dewan perwakilan daerah (DPD) Jawa Timur pada Februari mendatangProses saat ini masih verifikasi administrasi perbaikan. Sebab dari 13 bakal calon DPD yang memiliki dukungan dari Ngawi nyaris tidak ada 50 persen yang memenuhi syarat. ‘’Sehingga harus ada perbaikan data pendukung,’’ pungkasnya. (sae/kid)

Most Read

Artikel Terbaru