alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

165 Posisi Perangkat Desa di Ngawi Kosong

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Komisi I DPRD Ngawi merisaukan posisi seratusan perangkat dan kepala desa (Kades) yang lowong. Persoalan tersebut dinilai mengganggu roda pelayanan dan pemerintahan di tingkat desa.

Kemarin (22/3) dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) diundang rapat dengar pendapat (RDP). Hearing dua jam sejak pukul 11.00 itu mengerucut pada kesepakatan mendata ulang jumlah dan masa kekosongan jabatan. ‘’RDP ini tahap awal, akan ada pertemuan lanjutan,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Ngawi Supeno, Rabu (23/3).

Komisi I mengantongi data bahwa tiga desa di dua kecamatan tanpa nakhoda. Meliputi Desa Beran, Jururejo, Kecamatan Ngawi; dan Desa Waruk Tengah, Pangkur. Lalu, 165 posisi perangkat desa di 105 pemerintah desa (pemdes) lowong. Mengacu struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), seharusnya ada 2.430 perangkat dari total 219 desa dan kelurahan. ‘’Saat ini hanya 2.263 perangkat,’’ sebutnya.

Supeno menyampaikan, pengisian posisi perangkat yang kosong paling lambat dua bulan sejak berhenti atau diberhentikan. Kendati dapat diisi penjabat (Pj), masa rangkap jabatan tidak boleh lebih dari dua bulan. Aturan main itu tertuang dalam Permendagri 67/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. ‘’Nah, pendataan masa kekosongan penting agar diketahui sudah berapa lama posisi ratusan perangkat desa ini lowong,’’ tuturnya.

Baca Juga :  1.100 Perusahaan di Ngawi Belum Ikut BPJS

Dalam RDP di ruang komisi I, Supeno dan koleganya mendesak pemilihan Kades di Beran, Jururejo, dan Waruk Tengah segera digelar. Menimbang urgensi keberadaan pejabat tersebut. ‘’Kalau menunggu pilkades serentak masih lama,’’ ucap Supeno.

Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno membenarkan bahwa 165 posisi perangkat desa lowong. Pihaknya telah berkoordinasi dengan camat maupun Kades untuk segera melakukan pengisian tahun ini. “Beberapa desa ada yang sudah proses pengisian,’’ ujarnya.

Kabul mengatakan, pengisian Kades Beran, Jururejo, dan Waruk Tengah menunggu pilkades serentak tahun depan. Total pelaksananya sebelas desa. ‘’Sementara menunggu digelar, tiga desa itu dipimpin oleh pejabat sementara Kades,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Komisi I DPRD Ngawi merisaukan posisi seratusan perangkat dan kepala desa (Kades) yang lowong. Persoalan tersebut dinilai mengganggu roda pelayanan dan pemerintahan di tingkat desa.

Kemarin (22/3) dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) diundang rapat dengar pendapat (RDP). Hearing dua jam sejak pukul 11.00 itu mengerucut pada kesepakatan mendata ulang jumlah dan masa kekosongan jabatan. ‘’RDP ini tahap awal, akan ada pertemuan lanjutan,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Ngawi Supeno, Rabu (23/3).

Komisi I mengantongi data bahwa tiga desa di dua kecamatan tanpa nakhoda. Meliputi Desa Beran, Jururejo, Kecamatan Ngawi; dan Desa Waruk Tengah, Pangkur. Lalu, 165 posisi perangkat desa di 105 pemerintah desa (pemdes) lowong. Mengacu struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), seharusnya ada 2.430 perangkat dari total 219 desa dan kelurahan. ‘’Saat ini hanya 2.263 perangkat,’’ sebutnya.

Supeno menyampaikan, pengisian posisi perangkat yang kosong paling lambat dua bulan sejak berhenti atau diberhentikan. Kendati dapat diisi penjabat (Pj), masa rangkap jabatan tidak boleh lebih dari dua bulan. Aturan main itu tertuang dalam Permendagri 67/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. ‘’Nah, pendataan masa kekosongan penting agar diketahui sudah berapa lama posisi ratusan perangkat desa ini lowong,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kanang Sempat Berniat Umrah setelah Purnatugas Jadi Bupati Ngawi

Dalam RDP di ruang komisi I, Supeno dan koleganya mendesak pemilihan Kades di Beran, Jururejo, dan Waruk Tengah segera digelar. Menimbang urgensi keberadaan pejabat tersebut. ‘’Kalau menunggu pilkades serentak masih lama,’’ ucap Supeno.

Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno membenarkan bahwa 165 posisi perangkat desa lowong. Pihaknya telah berkoordinasi dengan camat maupun Kades untuk segera melakukan pengisian tahun ini. “Beberapa desa ada yang sudah proses pengisian,’’ ujarnya.

Kabul mengatakan, pengisian Kades Beran, Jururejo, dan Waruk Tengah menunggu pilkades serentak tahun depan. Total pelaksananya sebelas desa. ‘’Sementara menunggu digelar, tiga desa itu dipimpin oleh pejabat sementara Kades,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/