alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Bupati Ngawi Kaji Ulang Fungsi Program Angkutan Sekolah

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono satu suara dengan komisi IV DPRD. Program angkutan gratis bagi pelajar SD dan SMP perlu dievaluasi. Pelaksanaan di tahun pertama banyak kekurangannya.

Salah satunya, masih banyak siswa SMP yang memilih mengendarai motor ketimbang angkutan umum yang disediakan. ‘’Kami sepakat kalau belum efektif dan efisien, tapi bukan berarti (program, Red) dihapus,’’ kata Ony, Sabtu (22/4).

Ony menuturkan, program angkutan pelajar demi memastikan keselamatan peserta didik. Meski orang tua mampu membelikan motor, namun sang anak belum cukup usia untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM) C. Fasilitas itu malah dapat membahayakan nyawa. ‘’Program akan dievaluasi agar dapat berjalan dengan baik,’’ ujarnya.

Selain keselamatan siswa, lanjut bupati, program angkutan pelajar mewadahi zonasi sekolah. Kebijakan itu belum sepenuhnya optimal. Dalam praktiknya, lembaga pendidikan di Kecamatan Ngawi yang dianggap favorit masih menjadi jujukan. Peserta didik dari luar wilayah harus menempuh perjalanan lebih jauh. ‘’Beda kalau zonasi sukses memeratakan kualitas pendidikan, moda transportasi gratis cenderung tidak urgen,’’ terangnya.

Baca Juga :  Perbaikan Fasilitas Lapangan Tenis dan Basket Alun-Alun Terganjal Anggaran

Ony menyatakan, pengawasan pelaksanaan program angkutan pelajar cukup sulit. Yakni, memastikan peserta didik benar-benar naik kendaraan yang disediakan. Sementara, pihaknya menyetor biaya angkut setiap harinya. ‘’Terlepas itu, kami berusaha mengurangi angka anak mengendarai motor ke sekolah,’’ ucap bupati.

Dia berjanji meremajakan armada minibus dan angkutan desa yang mengangkut pelajar. Upayanya melalui kerja sama dengan koperasi penyedia jasa angkutan umum. Sistem pembayarannya diangsur atau pemkab memberikan subsidi. ‘’Armada yang tidak layak tidak boleh dipaksa beroperasi,’’ tegasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono satu suara dengan komisi IV DPRD. Program angkutan gratis bagi pelajar SD dan SMP perlu dievaluasi. Pelaksanaan di tahun pertama banyak kekurangannya.

Salah satunya, masih banyak siswa SMP yang memilih mengendarai motor ketimbang angkutan umum yang disediakan. ‘’Kami sepakat kalau belum efektif dan efisien, tapi bukan berarti (program, Red) dihapus,’’ kata Ony, Sabtu (22/4).

Ony menuturkan, program angkutan pelajar demi memastikan keselamatan peserta didik. Meski orang tua mampu membelikan motor, namun sang anak belum cukup usia untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM) C. Fasilitas itu malah dapat membahayakan nyawa. ‘’Program akan dievaluasi agar dapat berjalan dengan baik,’’ ujarnya.

Selain keselamatan siswa, lanjut bupati, program angkutan pelajar mewadahi zonasi sekolah. Kebijakan itu belum sepenuhnya optimal. Dalam praktiknya, lembaga pendidikan di Kecamatan Ngawi yang dianggap favorit masih menjadi jujukan. Peserta didik dari luar wilayah harus menempuh perjalanan lebih jauh. ‘’Beda kalau zonasi sukses memeratakan kualitas pendidikan, moda transportasi gratis cenderung tidak urgen,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pakar PAAI Sebut Air Asin di Warukkalong dari Proses Geologi Zona Kendeng

Ony menyatakan, pengawasan pelaksanaan program angkutan pelajar cukup sulit. Yakni, memastikan peserta didik benar-benar naik kendaraan yang disediakan. Sementara, pihaknya menyetor biaya angkut setiap harinya. ‘’Terlepas itu, kami berusaha mengurangi angka anak mengendarai motor ke sekolah,’’ ucap bupati.

Dia berjanji meremajakan armada minibus dan angkutan desa yang mengangkut pelajar. Upayanya melalui kerja sama dengan koperasi penyedia jasa angkutan umum. Sistem pembayarannya diangsur atau pemkab memberikan subsidi. ‘’Armada yang tidak layak tidak boleh dipaksa beroperasi,’’ tegasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/