alexametrics
30 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Selidiki Kasus Keracunan Massal, Dinkes Ngawi Kirim Ulang Sampel Sisa Makanan ke Surabaya

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dugaan kasus keracunan massal di Kelurahan Sukowiyo, Kecamatan Padas, Ngawi terus ditindaklanjuti pihak dinas kesehatan (dinkes) setempat. Belum lama ini Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya meminta dinkes mengirimkan muntahan makanan dari korban dugaan keracunan nasi ayam panggang.

Menyusul bahan olahan katering buatan warga Desa Sambiroto II, Padas, itu yang dikirimkan Senin lalu (21/6) tidak lengkap. ‘’Yang berhasil ditemukan tinggal lauk ayam, mi, kering tempe, dan botok urap,’’ kata Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin, Rabu (23/6).

Petugas dinkes tidak dapat menemukan sisa nasi dan irisan tahu dari tempat pengolahan. Sebab, pembuatan dan pembagian makanan yang dibungkus kotak kardus itu dilakukan Minggu (20/6). Sementara, peristiwa yang membuat 65 warga Desa Sukowiyono dan Sambiroto, Padas; serta Lego Kulon, Kasreman, diare massal itu diketahui hari berikutnya. ‘’Sampel muntahan sudah diambil dan dikirim ke BBLK hari ini (kemarin, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Pendaftar Gugur Seleksi Administrasi CASN Pemkot Madiun

Heri mengatakan, BBLK bakal mendiagnosis penyebab keracunan massal dari sampel olahan dan muntahan. Pengujian itu untuk menemukan ada tidaknya kandungan berbahaya yang mengakibatkan gangguan pencernaan. ‘’Hasilnya kemungkinan keluar tiga atau empat hari lagi,’’ ucapnya. (sae/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dugaan kasus keracunan massal di Kelurahan Sukowiyo, Kecamatan Padas, Ngawi terus ditindaklanjuti pihak dinas kesehatan (dinkes) setempat. Belum lama ini Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya meminta dinkes mengirimkan muntahan makanan dari korban dugaan keracunan nasi ayam panggang.

Menyusul bahan olahan katering buatan warga Desa Sambiroto II, Padas, itu yang dikirimkan Senin lalu (21/6) tidak lengkap. ‘’Yang berhasil ditemukan tinggal lauk ayam, mi, kering tempe, dan botok urap,’’ kata Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin, Rabu (23/6).

Petugas dinkes tidak dapat menemukan sisa nasi dan irisan tahu dari tempat pengolahan. Sebab, pembuatan dan pembagian makanan yang dibungkus kotak kardus itu dilakukan Minggu (20/6). Sementara, peristiwa yang membuat 65 warga Desa Sukowiyono dan Sambiroto, Padas; serta Lego Kulon, Kasreman, diare massal itu diketahui hari berikutnya. ‘’Sampel muntahan sudah diambil dan dikirim ke BBLK hari ini (kemarin, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dua Investor Bangun Rumah Sakit di Ring Road Barat? Ini Kata Wali Kota Maidi

Heri mengatakan, BBLK bakal mendiagnosis penyebab keracunan massal dari sampel olahan dan muntahan. Pengujian itu untuk menemukan ada tidaknya kandungan berbahaya yang mengakibatkan gangguan pencernaan. ‘’Hasilnya kemungkinan keluar tiga atau empat hari lagi,’’ ucapnya. (sae/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/