alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Papan Larangan Sekadar Pajangan, Penjaring Ikan Kalimati Beraksi Setiap Hari

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Papan larangan mencari ikan menggunakan jaring dan setrum di Kalimati, kawasan Wisata Taman Candi, Ngawi, terkesan hanya pajangan. Dinas lingkungan hidup (DLH) menerima laporan bahwa perbuatan melanggar dua aturan sekaligus itu terjadi saban hari.

Yakni, Perda 15/2016 tentang Ruang Terbuka Hijau dan Perda 1/2017 tentang Kenyamanan dan Ketertiban Umum. ”Setiap pagi dan sore selalu ada yang menjaring ikan,” kata Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Ngawi Joko Sutrisno, Kamis (23/6).

Joko menyampaikan bahwa larangan penggunaan jaring dan setrum untuk menjaga ekosistem lingkungan setempat. Terdapat habitat ikan nila, lele, dan tombro di danau bekas normalisasi aliran Bengawan Madiun tersebut. ”Yang diperbolehkan hanya mencari ikan dengan cara dipancing,” ujarnya.

Baca Juga :  Ditinggal ke Ladang, Rumah Ludes Terbakar

Dia mengungkapkan, warga setempat kerap menegur penjaring dan penyetrum ikan. Bahkan sampai dilaporkan ke satpol PP. Akan tetapi, masih banyak warga yang melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. ‘’Padahal jika tidak dijaring potensinya cukup besar untuk wisata,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Papan larangan mencari ikan menggunakan jaring dan setrum di Kalimati, kawasan Wisata Taman Candi, Ngawi, terkesan hanya pajangan. Dinas lingkungan hidup (DLH) menerima laporan bahwa perbuatan melanggar dua aturan sekaligus itu terjadi saban hari.

Yakni, Perda 15/2016 tentang Ruang Terbuka Hijau dan Perda 1/2017 tentang Kenyamanan dan Ketertiban Umum. ”Setiap pagi dan sore selalu ada yang menjaring ikan,” kata Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Ngawi Joko Sutrisno, Kamis (23/6).

Joko menyampaikan bahwa larangan penggunaan jaring dan setrum untuk menjaga ekosistem lingkungan setempat. Terdapat habitat ikan nila, lele, dan tombro di danau bekas normalisasi aliran Bengawan Madiun tersebut. ”Yang diperbolehkan hanya mencari ikan dengan cara dipancing,” ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi PMK, Sehari Suntik 100 Ekor Sapi

Dia mengungkapkan, warga setempat kerap menegur penjaring dan penyetrum ikan. Bahkan sampai dilaporkan ke satpol PP. Akan tetapi, masih banyak warga yang melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. ‘’Padahal jika tidak dijaring potensinya cukup besar untuk wisata,’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/