27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Tahun Depan, Pemkab Ngawi Dapat DAU Penugasan Rp 227 Miliar

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pendapatan daerah Pemkab Ngawi tahun depan naik cukup signifikan. Dalam rapat paripurna pengesahan Perda APBD 2023, Selasa (22/11), terungkap nilainya Rp 2,46 triliun.

Besaran pos itu di APBD tahun ini Rp 2,26 triliun. ‘’Ada tambahan dana alokasi umum (DAU) penugasan,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar.

Heru mengungkapkan, penerimaan DAU tahun depan Rp 1 triliun. Sebanyak Rp 227,4 miliar merupakan penugasan dari pusat. Sedangkan penggunaan alokasi sisanya ditentukan sendiri oleh pemkab.

Mandatori pusat meliputi lima bidang. Yakni, pendidikan, kesehatan, dan penggajian PPPK. Lalu, bidang pekerjaan umum dan pendanaan kelurahan. ‘’Karena adanya aturan baru ini, pemkab Ngawi perlu selektif mengejar program dan kegiatan sesuai visi-misi bupati dan wakil bupati,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Ngawi Bakal Beredel Baliho Ilegal

Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, program dan kegiatan visi-misi tidak begitu terdampak dengan adanya DAU penugasan. Malah lima bidang yang merupakan mandatori itu linier.

Dalam hal penggajian PPPK, misalnya. Pihaknya berkewajiban menggaji calon 1.575 pejabat sesuai formasi yang dibuka tahun ini. ‘’Kami akan mengawalnya,’’ ucapnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pendapatan daerah Pemkab Ngawi tahun depan naik cukup signifikan. Dalam rapat paripurna pengesahan Perda APBD 2023, Selasa (22/11), terungkap nilainya Rp 2,46 triliun.

Besaran pos itu di APBD tahun ini Rp 2,26 triliun. ‘’Ada tambahan dana alokasi umum (DAU) penugasan,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar.

Heru mengungkapkan, penerimaan DAU tahun depan Rp 1 triliun. Sebanyak Rp 227,4 miliar merupakan penugasan dari pusat. Sedangkan penggunaan alokasi sisanya ditentukan sendiri oleh pemkab.

Mandatori pusat meliputi lima bidang. Yakni, pendidikan, kesehatan, dan penggajian PPPK. Lalu, bidang pekerjaan umum dan pendanaan kelurahan. ‘’Karena adanya aturan baru ini, pemkab Ngawi perlu selektif mengejar program dan kegiatan sesuai visi-misi bupati dan wakil bupati,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Takut Kena Bala, Warga Gelar Upacara Keduk Beji

Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, program dan kegiatan visi-misi tidak begitu terdampak dengan adanya DAU penugasan. Malah lima bidang yang merupakan mandatori itu linier.

Dalam hal penggajian PPPK, misalnya. Pihaknya berkewajiban menggaji calon 1.575 pejabat sesuai formasi yang dibuka tahun ini. ‘’Kami akan mengawalnya,’’ ucapnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/