27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Terendam Banjir, Puluhan Unit Komputer-Laptop di Ngawi Rusak

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi mendata dua sekolah kena imbas banjir akhir pekan lalu. Yakni, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 11 Ngawi.

Kedua lembaga pendidikan di Desa Tempuran, Paron, itu terendam banjir dengan kedalaman 1,5 meter. Kerugian materiil dari peralatan elektronik dan drum band yang basah mencapai ratusan juta rupiah. ‘’Banyak laptop dan komputer yang rusak,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Ngawi Pujianto, Rabu (23/11).

Pujianto mendatangi MIN 8 dan MTsN 11, Senin (21/11). Berdasarkan laporan kepala madrasah masing-masing, total 36 unit komputer dan 20 unit laptop yang terendam. Pihaknya memperkirakan hanya beberapa unit yang masih berfungsi. ‘’Kami coba mengajukan penggantian ke Kemenag pusat melalui Kemenag Jawa Timur,’’ujarnya.

Baca Juga :  Jembatan Borang Ambles, Warga Satu Dusun Terancam Terisolasi

Sejak Senin, Kantor Kemenag Ngawi melakukan penggalangan donasi ke madrasah lainnya. Selain itu mengajukan sumbangan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasiona (Baznas) setempat. Dana yang terkumpul disalurkan ke MIN 8 dan MTsN 11. ‘’Bisa untuk membenahi sarana dan prasarana (sarpras) yang rusak,’’ ucapnya.

Pujianto mengatakan, pembenahan sarpras urgen agar kegiatan belajar-mengajar (KBM) kembali normal. Pelaksanaannya harus sesuai kalender pendidikan Kemenag. Karenanya, ujian semester I pekan depan tidak dapat ditunda.

Bedanya, MIN 8 dan MTsN 11 diberi dispensasi untuk melaksanakannya secara daring. ‘’Kalau luring dan dan daring tidak memungkinkan, bisa shifting dengan pembagian siswa masuk pagi dan siang,’’ ujarnya. (mg5/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi mendata dua sekolah kena imbas banjir akhir pekan lalu. Yakni, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 11 Ngawi.

Kedua lembaga pendidikan di Desa Tempuran, Paron, itu terendam banjir dengan kedalaman 1,5 meter. Kerugian materiil dari peralatan elektronik dan drum band yang basah mencapai ratusan juta rupiah. ‘’Banyak laptop dan komputer yang rusak,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Ngawi Pujianto, Rabu (23/11).

Pujianto mendatangi MIN 8 dan MTsN 11, Senin (21/11). Berdasarkan laporan kepala madrasah masing-masing, total 36 unit komputer dan 20 unit laptop yang terendam. Pihaknya memperkirakan hanya beberapa unit yang masih berfungsi. ‘’Kami coba mengajukan penggantian ke Kemenag pusat melalui Kemenag Jawa Timur,’’ujarnya.

Baca Juga :  Jembatan Borang Ambles, Warga Satu Dusun Terancam Terisolasi

Sejak Senin, Kantor Kemenag Ngawi melakukan penggalangan donasi ke madrasah lainnya. Selain itu mengajukan sumbangan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasiona (Baznas) setempat. Dana yang terkumpul disalurkan ke MIN 8 dan MTsN 11. ‘’Bisa untuk membenahi sarana dan prasarana (sarpras) yang rusak,’’ ucapnya.

Pujianto mengatakan, pembenahan sarpras urgen agar kegiatan belajar-mengajar (KBM) kembali normal. Pelaksanaannya harus sesuai kalender pendidikan Kemenag. Karenanya, ujian semester I pekan depan tidak dapat ditunda.

Bedanya, MIN 8 dan MTsN 11 diberi dispensasi untuk melaksanakannya secara daring. ‘’Kalau luring dan dan daring tidak memungkinkan, bisa shifting dengan pembagian siswa masuk pagi dan siang,’’ ujarnya. (mg5/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/