27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Tilap Duit Nasabah 5 Tahun, Bendahara UPD DAPM Gerih Ditahan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Praktik rasuah bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Gerih, Ngawi, terbongkar. Lulik Indarti, 34, diduga menilap dana angsuran puluhan nasabah program itu kurun lima tahun mulai 2017.

Berselang delapan bulan sejak diusut Maret lalu, kejaksaan negeri (kejari) menetapkannya sebagai tersangka, Selasa (22/11). Jeratannya pasal 2 jo pasal 18 Undang-Undang 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). ‘’Penetapannya setelah mengantongi dua alat bukti,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Ngawi Kurniawan Andy Nugroho.

Andy mengungkapkan, Lulik ditengarai menyelewengkan dana angsuran dari 96 nasabah yang mendapatkan pinjaman DAPM. Duit tersebut seharusnya masuk rekening program simpan pinjam kelompok perempuan (SPP). Namun, tersangka menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi, Pegawai Petrokimia Gresik Diperiksa Kejaksaan

Sebagian dananya dipinjamkan ke bukan anggota SPP dengan tarikan bunga sekian persen. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat, kerugian negara mencapai Rp 647 juta. ‘’Kami telah meminta keterangan 22 saksi dan mengumpulkan bukti-bukti kuitansi serta laporan keuangan periode 2017 sampai 2021,’’ ujarnya.

Jaksa penyidik memutuskan menahan Lulik selama 20 hari ke depan. Tersangka dititipkan ke Lapas Kelas II B Ngawi. Dalam kurun tersebut, penyidik berupaya melengkapi berkas perkaranya. Sebelum akhirnya dilimpahkan ke jaksa penuntut. ‘’Kemungkinan tersangka lain masih dalam pengembangan,’’ ucap Andy. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Praktik rasuah bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Gerih, Ngawi, terbongkar. Lulik Indarti, 34, diduga menilap dana angsuran puluhan nasabah program itu kurun lima tahun mulai 2017.

Berselang delapan bulan sejak diusut Maret lalu, kejaksaan negeri (kejari) menetapkannya sebagai tersangka, Selasa (22/11). Jeratannya pasal 2 jo pasal 18 Undang-Undang 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). ‘’Penetapannya setelah mengantongi dua alat bukti,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Ngawi Kurniawan Andy Nugroho.

Andy mengungkapkan, Lulik ditengarai menyelewengkan dana angsuran dari 96 nasabah yang mendapatkan pinjaman DAPM. Duit tersebut seharusnya masuk rekening program simpan pinjam kelompok perempuan (SPP). Namun, tersangka menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Fungsikan Bekas Puskesmas Geneng Jadi Isoter

Sebagian dananya dipinjamkan ke bukan anggota SPP dengan tarikan bunga sekian persen. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat, kerugian negara mencapai Rp 647 juta. ‘’Kami telah meminta keterangan 22 saksi dan mengumpulkan bukti-bukti kuitansi serta laporan keuangan periode 2017 sampai 2021,’’ ujarnya.

Jaksa penyidik memutuskan menahan Lulik selama 20 hari ke depan. Tersangka dititipkan ke Lapas Kelas II B Ngawi. Dalam kurun tersebut, penyidik berupaya melengkapi berkas perkaranya. Sebelum akhirnya dilimpahkan ke jaksa penuntut. ‘’Kemungkinan tersangka lain masih dalam pengembangan,’’ ucap Andy. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/