alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Atap Bangunan PKL Taman Dungus Ngawi Bocor, Rekanan Bergeming

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek zona sculpture zona 5 Taman Dungus, Ngawi, yang selesai dibangun tahun lalu menyisakan masalah. Atap salah satu bangunan sentra pedagang kaki lima (PKL) kawasan itu diketahui bocor.

Kondisi tersebut memunculkan genangan air saat hujan deras. Dinas lingkungan hidup (DLH) telah melayangkan permohonan perbaikan kepada CV Baskoro Mas, rekanan pelaksana, November lalu.

Akan tetapi, hingga berakhirnya masa pemeliharaan 5 Desember, kontraktor lokal Ngawi itu bergeming. ‘’Kami kecewa. Rekanan memberi jawaban sanggup memperbaiki, tapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti,’’ kata Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Ngawi Joko Sutrisno, Kamis (23/12).

Joko mengungkapkan, bocornya atap sculpture zona 5 merugikan lembaganya. Rencana boyongan para PKL sepanjang Jalan Sukowati ke lokasi tersebut pada Oktober lalu batal. Pedagang juga tidak ingin mengambil risiko menempati bangunan yang tidak nyaman. ‘’Boyongan PKL tertunda sampai waktu yang belum ditentukan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Takut Di-blacklist, Rekanan Sentra PKL Taman Dungus Perbaiki Kerusakan

DLH juga menemukan kerusakan pada wastafel. Entah karena perbuatan jahil orang tidak bertanggung jawab atau rusak dengan sendirinya. ‘’Perbaikan seharusnya menjadi tanggung jawab pelaksana. Kami akan tekankan ke rekanan dengan kembali mengirimkan surat,’’ ucap Joko. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek zona sculpture zona 5 Taman Dungus, Ngawi, yang selesai dibangun tahun lalu menyisakan masalah. Atap salah satu bangunan sentra pedagang kaki lima (PKL) kawasan itu diketahui bocor.

Kondisi tersebut memunculkan genangan air saat hujan deras. Dinas lingkungan hidup (DLH) telah melayangkan permohonan perbaikan kepada CV Baskoro Mas, rekanan pelaksana, November lalu.

Akan tetapi, hingga berakhirnya masa pemeliharaan 5 Desember, kontraktor lokal Ngawi itu bergeming. ‘’Kami kecewa. Rekanan memberi jawaban sanggup memperbaiki, tapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti,’’ kata Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Ngawi Joko Sutrisno, Kamis (23/12).

Joko mengungkapkan, bocornya atap sculpture zona 5 merugikan lembaganya. Rencana boyongan para PKL sepanjang Jalan Sukowati ke lokasi tersebut pada Oktober lalu batal. Pedagang juga tidak ingin mengambil risiko menempati bangunan yang tidak nyaman. ‘’Boyongan PKL tertunda sampai waktu yang belum ditentukan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kondisi 1.650 Kilometer Ruas Jalan Desa di Ngawi Rusak

DLH juga menemukan kerusakan pada wastafel. Entah karena perbuatan jahil orang tidak bertanggung jawab atau rusak dengan sendirinya. ‘’Perbaikan seharusnya menjadi tanggung jawab pelaksana. Kami akan tekankan ke rekanan dengan kembali mengirimkan surat,’’ ucap Joko. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/